PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggelar peringatan Malam Tahun Baru 2025 yang dirangkai dengan doa bersama lintas agama serta konser amal di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Rabu malam 31 Desember 2025. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi akhir tahun sekaligus wujud kepedulian sosial kepada sesama.
Ribuan masyarakat tampak memadati Bundaran Besar sejak sore hari. Suasana perayaan berlangsung semarak namun tetap tertib dan khidmat, khususnya saat doa lintas agama dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan tahun yang telah dilalui serta harapan menyongsong tahun baru.
Melalui rangkaian konser amal, dana sosial yang berhasil dihimpun mencapai Rp25.051.564. Informasi resmi tersebut disampaikan oleh Bank Kalteng yang mendukung penggalangan dana melalui sistem pembayaran non-tunai. Donasi berasal dari partisipasi masyarakat yang hadir dan disalurkan secara digital selama kegiatan berlangsung.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa peringatan malam tahun baru tidak hanya dimaknai sebagai hiburan semata, melainkan juga sebagai ajang muhasabah dan penguatan nilai kepedulian sosial.
“Tahun baru harus kita sambut dengan semangat positif, doa, serta kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat kebersamaan dan solidaritas masyarakat Kalimantan Tengah,”ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung, saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat, Jumat 2 Januari 2026, menjelaskan bahwa jumlah donasi yang terkumpul pada malam tersebut masih bersifat sementara.
“Donasi yang terhimpun dari konser amal malam itu sekitar Rp25 juta dan masih bersifat sementara. Selanjutnya akan digabungkan dengan donasi dari perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang saat ini masih berjalan, untuk kemudian disalurkan sesuai peruntukannya,”tambahnya.
Melalui pelaksanaan doa bersama dan konser amal ini, Pemprov Kalteng berharap semangat solidaritas, kebersamaan, dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat, seiring optimisme membangun Kalimantan Tengah yang lebih maju dan berkeadilan di tahun 2026. (yud)












