Zona Tengah Jadi Jantung Pembangunan Kalteng, Fokus , Pangan, dan SDM

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Jembatan Kahayan, Kota , .

– Pemerintah Provinsi (Pemprov) (Kalteng) menegaskan pembagian wilayah pembangunan ke dalam tiga zona, dengan Zona Tengah diposisikan sebagai jantung sekaligus penggerak sektor strategis daerah, seperti pangan, pendidikan, , dan pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Gubernur H. Agustiar Sabran saat Rilis Penyelenggaraan di Tahun 2025 yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 31 Desember 2025.

Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa kebijakan zonasi pembangunan ini masih dalam proses pematangan dan disiapkan untuk mendorong pemerataan serta percepatan pembangunan di seluruh wilayah .

“Untuk Zona Tengah, kami fokuskan pada pengembangan pangan, pariwisata, pendidikan, dan sektor lainnya yang menjanjikan,” ujarnya.

Zona Tengah meliputi Kabupaten , , , , serta Kota . Wilayah ini memiliki peran strategis karena menjadi pusat provinsi serta didukung infrastruktur pelayanan publik, pendidikan, dan .

Menurut Gubernur, penguatan sektor pangan di Zona Tengah menjadi prioritas utama guna menopang ketahanan pangan daerah. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan diarahkan untuk memperkuat sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Di sektor pariwisata, Zona Tengah juga memiliki potensi besar, baik wisata alam, budaya, maupun berbasis kearifan lokal. Pengembangan sektor ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperluas lapangan kerja.

Sementara itu, dalam konteks pembagian zona pembangunan, Gubernur juga menjelaskan bahwa Zona Barat diarahkan untuk pengembangan hilirisasi industri dan pariwisata bahari.

Adapun Zona Timur disiapkan sebagai lumbung pangan, pengembangan energi baru terbarukan, serta wilayah pendukung ekspor dan mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN).

Untuk Zona Timur, Gubernur juga menekankan pentingnya membuka jalur ekspor langsung dari wilayah . Selama ini, sekitar 70 persen hasil produksi Kalteng masih keluar melalui Banjarmasin.

“Zona timur ingin kami dorong untuk ekspor. Selama ini hasil selalu keluar melalui Banjarmasin. Bayangkan jika bisa langsung keluar dari Kalteng, pendapatan daerah akan sangat luar biasa,” ungkapnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Pendapatan Kalteng Rp7,21 Triliun, Target Tak Tercapai 100 Persen
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!