SAMPIT – Keterbatasan kapasitas Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi sorotan DPRD setempat. Kondisi ini dinilai perlu segera diatasi mengingat tingginya animo masyarakat terhadap pendidikan berbasis madrasah.
Anggota DPRD Kotim, Zainuddin, menyebut jumlah peserta didik MAN di daerah ini saat ini telah melampaui 1.200 siswa. Setiap tahun, pendaftar baru terus bertambah dengan kisaran 400 hingga 500 calon siswa.
Sayangnya, daya tampung yang tersedia belum sebanding dengan minat tersebut. Dari total pendaftar, MAN yang ada baru mampu menampung sekitar 50 hingga 60 persen. Artinya, masih ada sekitar 40 persen calon peserta didik yang harus mencari alternatif lain.
Menurut Zainuddin, keterbatasan ini dipengaruhi minimnya jumlah madrasah negeri di Kotim. Untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah setara SD, hanya terdapat dua MI negeri. Sementara pada jenjang Madrasah Tsanawiyah setara SMP, Kotim baru memiliki MTsN 1 dan MTsN 2.
“Pada tingkat Madrasah Aliyah malah lebih terbatas lagi, karena hanya ada satu MAN dengan program plus keterampilan. Itu satu-satunya MAN di Kotim,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut dia, menjadi dasar kuat DPRD Kotim mendorong pendirian MAN 2. Penambahan unit MAN diharapkan dapat memperluas akses pendidikan menengah berbasis madrasah bagi masyarakat.
“Kami berupaya agar MAN 2 Kotim bisa terwujud. Harapannya, pendidikan madrasah aliyah di Kotim bisa lebih berkembang dan menjangkau lebih banyak siswa,” kata Zainuddin.
Ia juga menyinggung keberadaan lembaga pendidikan keagamaan swasta di bawah naungan Kementerian Agama yang jumlahnya cukup banyak. Di Kotim, terdapat sekitar 74 lembaga, mulai dari pondok pesantren, TPA, majelis taklim, hingga lembaga kemasjidan.
Terkait realisasi MAN 2, Zainuddin menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menunjukkan komitmen dengan menyiapkan hibah lahan seluas sekitar tiga hingga empat hektare. Dari sisi pemerintah pusat, khususnya Kementerian Agama, dukungan anggaran dan perencanaan disebut sudah tersedia.
“Tinggal menunggu lahan hibah yang clear and clean. Kalau itu terpenuhi, insyaallah MAN 2 bisa segera direalisasikan,” ucapnya.
Rencana pembangunan MAN 2 Kotim sendiri diarahkan ke kawasan lingkar utara Sampit. Dengan tambahan satu MAN, Kotim diharapkan memiliki dua Madrasah Aliyah Negeri yang mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan masyarakat.
Di sisi lain, Zainuddin juga menekankan pentingnya peran Kementerian Agama dalam pembinaan dan pengawasan pendidikan keagamaan. Hal itu diperlukan agar proses pendidikan tidak disusupi paham-paham menyimpang.
“Kita belajar dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi. Pendidikan harus diformulasikan dengan baik agar mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan cinta kedamaian,” pungkasnya. (nardi)












