PALANGKA RAYA – Sektor pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadapi tantangan berat pada tahun anggaran 2026. Akibat penurunan nilai APBD secara keseluruhan, alokasi dana pendidikan mengalami penyusutan drastis hingga mencapai 45 persen.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengungkapkan bahwa kondisi APBD tahun sebelumnya berada di angka Rp10,2 triliun. Namun sekarang hanya sekitar Rp5,3 triliun.
“Dampaknya sangat terasa di Dinas Pendidikan. Jika sebelumnya kami mengelola sekitar Rp2,3 triliun dari mandatory 20 persen, kini hanya sekitar Rp1,3 triliun. Artinya ada penurunan hampir Rp1 triliun atau sekitar 45 persen,” ungkap Reza saat memimpin rapat koordinasi, Sabtu, 17 Januari 2026.
Meski anggaran menurun, Reza menegaskan bahwa pengurangan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik.
Ia menyebutkan bahwa tingkat kepuasan peserta didik di Kalteng mencapai 97,3 persen, dan capaian tersebut harus terus dipertahankan melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Ini bukan kehebatan saya atau dinas semata, tetapi hasil kerja bersama. Ketika kita kompak, solid, dan memiliki visi yang sama, maka tujuan meningkatkan kualitas pendidikan akan tercapai,” ujarnya.
(Syauqi)












