PALANGKA RAYA – Program Revitalisasi Sekolah yang diterima SMK Negeri 5 Palangka Raya membawa perubahan nyata terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan.
Program yang merupakan kebijakan pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tersebut difokuskan pada perbaikan fasilitas sekolah dan digitalisasi pembelajaran dari jenjang PAUD hingga SMA.
Melalui program ini, lingkungan belajar diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Sejumlah siswa mengaku merasakan langsung dampak positif revitalisasi, khususnya terhadap kenyamanan dan keamanan ruang belajar yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Aidil Ansyari, siswa Kelas X Desain Komunikasi Visual (DKV), mengungkapkan bahwa kondisi ruang kelas saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelum dilakukan perbaikan. Kerusakan bangunan yang sempat mengganggu proses pembelajaran kini tidak lagi dirasakan.
“Sekarang kami bisa belajar dengan tenang dan fokus karena ruangan sudah tidak rusak lagi. Kami juga berharap ruangan lain yang belum direvitalisasi bisa segera diperbaiki,” katanya dikutip, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia menambahkan, para siswa berkomitmen menjaga fasilitas yang telah diperbaiki agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh seluruh warga sekolah.
Pengalaman serupa disampaikan Gracia Aurel Tri Wihety, siswi Kelas X DKV. Ia menjelaskan bahwa sebelum revitalisasi dilakukan, ruang kelas dan ruang unit produksi berada dalam kondisi kurang layak.
Menurutnya, atap yang bocor kerap menyebabkan air masuk ke kelas saat hujan, sementara lantai ruang praktik yang tidak rata menghambat aktivitas produksi siswa.
“Dulu kalau hujan air masuk ke kelas, jadi waswas saat belajar. Sekarang setelah direvitalisasi, lantainya sudah bagus, atapnya tidak bocor, dan kami jadi nyaman untuk produksi,” ujarnya.
Gracia menilai, perbaikan fasilitas sekolah sangat berpengaruh terhadap semangat belajar karena siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa gangguan.
Sementara itu, siswi Kelas XII DKV, Indah Lestari, menggambarkan kondisi sekolah sebelum revitalisasi sebagai cukup memprihatinkan. Ia menyebut adanya lantai terbuka dan plafon rusak yang menyebabkan kebocoran serta membuat ruang kelas tidak aman.
“Sekarang sudah jauh lebih nyaman, tidak ada bolong-bolong lagi dan tidak khawatir kebocoran saat hujan. Kami benar-benar bisa belajar dengan tenang,” tuturnya.
Menurut Indah, revitalisasi sekolah memberikan dampak besar terhadap kenyamanan belajar sekaligus meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Ia juga menyoroti perubahan signifikan pada ruang kelas yang sebelumnya terbuka dan tidak layak. Setelah direvitalisasi, ruang belajar dinilainya menjadi lebih aman dan kondusif.
Para siswa berharap program revitalisasi dapat terus berlanjut, khususnya untuk ruang-ruang sekolah lain yang belum tersentuh perbaikan. Mereka juga menaruh harapan terhadap penambahan fasilitas seperti perpustakaan dan ruang laboratorium guna menunjang kegiatan belajar mengajar.
(Sya'ban)












