SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun menilai kembalinya maskapai Lion Air Group melayani penerbangan di Bandara H Asan Sampit menjadi sinyal positif bagi penguatan konektivitas sekaligus pergerakan ekonomi daerah. Akses transportasi udara yang semakin terbuka dinilai akan berdampak langsung pada berbagai sektor strategis di Kotim.
Menurut Rimbun, keberadaan maskapai dengan jadwal penerbangan yang jelas sangat dibutuhkan masyarakat maupun pelaku usaha. Selama ini, keterbatasan penerbangan kerap menjadi kendala mobilitas, baik untuk kepentingan bisnis, pemerintahan, maupun layanan publik lainnya.
“Transportasi udara punya peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi. Ketika konektivitas lancar, distribusi barang, jasa, dan pergerakan orang akan semakin efisien,” ujarnya, Minggu 1 Februari 2026.
Ia menyebutkan, Kotim memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama di sektor perkebunan, perdagangan, dan jasa. Potensi tersebut, kata dia, harus didukung oleh sarana transportasi yang memadai agar daya saing daerah terus meningkat.
DPRD Kotim, lanjut Rimbun, mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan fasilitas Bandara H Asan Sampit. Langkah tersebut penting agar ke depan bandara mampu melayani lebih banyak rute dan jenis pesawat.
“Kalau akses udara terus berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat secara luas. Ini tentu sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menyampaikan bahwa pada tahap awal Wings Air akan melayani penerbangan di Sampit menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 penumpang.
Ia menyebutkan, Sampit menjadi simpul konektivitas regional yang menghubungkan seperti Palangka Raya–Sampit dan Sampit–Pangkalan Bun, serta koneksi ke kota-kota besar melalui Surabaya.
Menurutnya, rute Palangka Raya–Sampit dan Sampit–Surabaya saat ini telah memasuki tahap finalisasi perizinan dan ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2026. Secara bertahap, Lion Air Group juga merencanakan pengoperasian pesawat berbadan besar Airbus A320 melalui maskapai Super Air Jet. (nardi)












