PALANGKA RAYA – Kepala Kantor Wilayah Bulog Kalimantan Tengah (Kalteng), Budi Sultika mengikuti kegiatan pemantauan harga pangan di Pasar Besar Palangka Raya pada Kamis 5 Februari 2026. Langkah ini diambil sebagai antisipasi naik turunnya harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bulan suci Ramadhan 1447 H.
Dalam pantauan tersebut, ia menyoroti harga minyak goreng yang saat ini masih beredar di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Saat ini harga di pasar terpantau pada kisaran Rp16.800 hingga Rp18.000 per liter, sementara HET yang ditetapkan adalah Rp15.700 per liter,” ucapnya.
Dikatakan, mayoritas minyak goreng yang beredar saat ini (sekitar 65%) merupakan pasokan dari pihak swasta. Sebagai bentuk intervensi, Bulog telah melakukan langkah strategis pemesanan Stok Besar, Bulog telah melakukan Purchase Order (PO) sebanyak 1.980.000 liter minyak goreng dari tiga pabrik besar.
“Target penurunan harga, dengan masuknya stok baru ini, Bulog menargetkan harga minyak goreng akan kembali melandai ke angka Rp15.700 dalam waktu dua minggu ke depan,” tambahnya.
Berdasarkan mandat BUMNÂ Bulog bersama Satgas Pangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), serta dukungan Korem/Kodam akan terus melakukan pengamanan harga secara maraton.
“Kami mendapatkan mandat untuk mengamankan 35% pasokan. Jika saat ini ditemukan minyak yang mahal, itu memang bukan berasal dari stok BUMN,” lanjutnya.
Sementara itu, terkait stok beras dipastikan aman di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman untuk menghadapi Ramadhan.
“Stok Beras SPHP Saat ini tersedia kurang lebih 14.437 ton di gudang Bulog. Meski stok medium (SPHP) aman, namun adanya tantangan pada beras premium karena rantai pasoknya banyak berasal dari luar Palangka Raya atau luar Kalimantan Tengah. Koordinasi dengan instansi terkait akan diperkuat untuk memproteksi harga dan stok beras premium tersebut,” ungkapnya. (yud)












