SAMPIT – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mentawa Baru (MB) Ketapang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 digelar pada Kamis 5 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi wadah penyampaian berbagai usulan prioritas pembangunan dari tingkat kelurahan dan desa dihadiri Assisten II Setda Kotim Rody Kamislam.
Camat MB Ketapang, Irpansyah, menyampaikan bahwa pada Musrenbang kali ini tercatat sebanyak 480 usulan yang masuk melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dominan dengan sektor infrastruktur, drainase jembatan, 80 persen usulan, kemudian masalah kesehatan dan pendidikan.
Di bidang kesehatan, Irpansyah menegaskan perlunya pembangunan puskesmas keempat di wilayah MB Ketapang. Dengan jumlah penduduk yang besar.
“Puskesmas Ketapang 2 saja itu sudah hampir separuh melayani setengah jumlah pendudukan MB Ketapang, dengan tenaga medis terbatas tentunya sangat kewalahan,” tegasnya.
Pelayanan kesehatan saat ini masih terbagi pada tiga puskesmas yang ada dan dinilai belum mampu melayani masyarakat MB Ketapang yang jumlahnya semakin banyak.
Rencana lokasi puskesmas baru tersebut berada di Eka Bahurui, berdampingan dengan Posko Damkar Bahurui, dan akan melayani sekitar lima desa.
“Jika di 2026 belum terealisasi, maka kami harapkan pada 2027 pembangunan puskesmas keempat ini bisa benar-benar terwujud,” katanya.
Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi perhatian. Menurutnya, sejumlah sekolah di tingkat kelurahan dan desa masih kekurangan meubelair meja kursi serta ruang kelas semoga bisa terakomodir 2027.
Dengan jumlah penduduk MB Ketapang yang cukup tinggi, beberapa sekolah dasar di wilayah perkotaan mengalami keterbatasan ruang belajar, sehingga diperlukan penambahan ruang kelas pada tahun 2027. Karena ada aturan satu kelas maksimal 32 siswa-siswi saja.
Dari sisi Infrastruktur, ia menyoroti kondisi sejumlah jembatan tua yang hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Salah satunya jembatan wilayah Batangkang yang menghubungkan Telaga Baru dan Pelangsian.
Jembatan tersebut dinilai sudah sangat tua dengan usia material diperkirakan mencapai 60 tahun Selain itu, jembatan di Jalan Iskandar Sei Mentawa juga diusulkan karena belum pernah terealisasi pembangunannya.
“Jembatan-jembatan tua sangat diharapkan masyarakat, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai. Untuk di Desa Telaga Baru kondisinya sudah tua dan rawan, bahkan untuk roda dua pun cukup sulit dilalui,” ujar Irpansyah. (nardi)












