PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Safrudin, mengingatkan generasi muda agar bijak dalam menggunakan media sosial dan menghindari berbagai konten negatif, seperti hoaks, ujaran kebencian, hingga perundungan (bullying).
Hal tersebut disampaikan Safrudin saat membuka kegiatan pembinaan Polisi Keamanan Sekolah (PKS) tingkat SMA/SMK se-Kalteng di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalteng, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi pelajar saat ini tidak hanya berasal dari lingkungan fisik, tetapi juga dari ruang digital yang semakin luas dan sulit dikendalikan.
“Generasi muda harus mampu menghindari hoaks, ujaran kebencian, perundungan, serta segala bentuk konten negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Safrudin menegaskan, para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menggunakan media sosial secara bijak serta menjaga etika dalam berinteraksi di dunia digital.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran Polisi Keamanan Sekolah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif bagi proses belajar mengajar.
Dalam sambutannya, Safrudin menyampaikan apresiasi kepada Polda Kalimantan Tengah, khususnya Direktorat Lalu Lintas, yang telah menginisiasi kegiatan pembinaan tersebut sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang disiplin dan berkarakter.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalteng dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, kami menyampaikan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi yang luar biasa dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan kepolisian, lalu lintas, kamtibmas, serta pembinaan karakter,” katanya.
Ia menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan kepolisian merupakan langkah strategis dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Rasa aman, lanjutnya, menjadi salah satu faktor penting agar peserta didik dapat belajar secara optimal.
“Sekolah harus menjadi ruang aman untuk tumbuh, tempat nyaman untuk belajar, dan lingkungan tertib untuk membangun masa depan. Tanpa rasa aman, peserta didik akan sulit fokus, berprestasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya,” jelasnya.
Safrudin juga menegaskan bahwa peserta PKS merupakan kader siswa yang diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah masing-masing, khususnya dalam menegakkan disiplin dan menjaga ketertiban.
“Kalian adalah agen perubahan di sekolah masing-masing, pelopor dalam menegakkan tata tertib, membangun budaya disiplin, serta menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan dan keamanan lingkungan sekolah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan pesan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, yang mengingatkan generasi muda untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin, menjauhi narkoba, serta menghindari pergaulan yang dapat merusak masa depan.
Kegiatan pembinaan Polisi Keamanan Sekolah tersebut diikuti sebanyak 381 siswa SMA/SMK perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, serta didampingi 70 orang guru dan perwakilan Polres dari masing-masing daerah.
(Sya'ban)












