SAMPIT – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, jajaran Polres Kotawaringin Timur mulai mematangkan strategi pengamanan dengan menyiapkan sejumlah pos pengamanan di berbagai titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat selama mudik hingga arus balik berjalan aman dan lancar.
Kapolres Kotim, Resky Maulana Zulkarnain mengatakan, persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral bersama sejumlah instansi terkait, Jumat 6 Maret 2026.
Rapat ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Telabang 2026, yang merupakan agenda tahunan pengamanan Idulfitri di wilayah Kalimantan Tengah.
Menurut Resky, operasi pengamanan lebaran tahun ini tidak hanya difokuskan pada pengaturan arus mudik dan arus balik, tetapi juga mencakup pengamanan berbagai aktivitas masyarakat selama periode libur lebaran.
“Melalui rapat ini kita menyamakan persepsi terkait langkah-langkah pengamanan, mulai dari periode arus mudik, pelaksanaan hari raya hingga arus balik,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran operasi tersebut, Polres Kotim akan mendirikan delapan pos pengamanan yang terdiri dari lima pos pengamanan, satu pos pelayanan serta dua pos terpadu yang ditempatkan di titik-titik yang dinilai strategis.
Sebanyak 159 personel kepolisian akan dikerahkan dalam pengamanan tersebut. Selain itu, pengamanan juga akan melibatkan unsur TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan guna memperkuat pengawasan di lapangan.
Petugas nantinya akan difokuskan pada sejumlah lokasi yang dinilai rawan, seperti titik rawan kecelakaan lalu lintas, potensi kemacetan, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga pengamanan objek vital.
Selain itu, kepolisian juga melakukan pemetaan terhadap sejumlah tempat wisata yang diperkirakan akan mengalami peningkatan kunjungan masyarakat selama libur lebaran. Hal ini dilakukan agar pengamanan tidak hanya terfokus pada jalur mudik.
Resky menambahkan, pihaknya juga memperhatikan faktor pendukung lainnya seperti kesiapan moda transportasi serta prakiraan cuaca dari BMKG guna mengantisipasi potensi gangguan selama pelaksanaan operasi.
“Operasi ini tidak hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi juga seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Ramadan hingga pascalebaran agar situasi tetap kondusif,” pungkasnya.
Kalau mau, saya juga bisa buatkan 2–3 variasi angle lain (misalnya fokus ke arus mudik, sinergi lintas instansi, atau antisipasi lonjakan wisata) supaya tidak terkesan sama dengan berita sumber.
(Jimmy)












