PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat nilai ekspor daerah tersebut pada Januari 2026 sebesar US$257,07 juta. Angka ini mengalami penurunan 33,71 persen dibandingkan Desember 2025 serta turun 13,56 persen dibandingkan Januari 2025.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengatakan penurunan ekspor tersebut terjadi meskipun sektor pertambangan masih menjadi kontributor utama ekspor daerah.
“Nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Januari 2026 tercatat sebesar US$257,07 juta. Angka ini turun 33,71 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 13,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Kalteng, Senin, 2 Maret 2026.
Menurut Agnes, ekspor Kalimantan Tengah masih didominasi oleh sektor pertambangan, khususnya batu bara, dengan kontribusi sebesar 82,62 persen terhadap total ekspor daerah.
“Komoditas batu bara masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Kalimantan Tengah dengan kontribusi lebih dari 80 persen,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah negara masih menjadi tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah. Di antaranya India, Jepang, dan Korea Selatan yang menjadi pasar utama komoditas ekspor daerah tersebut.
Selain ekspor, BPS juga mencatat nilai impor Kalimantan Tengah pada Januari 2026 sebesar US$0,32 juta. Seluruh impor tersebut berasal dari sektor nonmigas, terutama mesin dan peralatan mekanik.
“Impor Kalimantan Tengah pada Januari 2026 seluruhnya berasal dari sektor nonmigas, terutama mesin dan peralatan mekanik yang didatangkan dari Malaysia dan Tiongkok,” kata Agnes.
Meskipun nilai ekspor mengalami penurunan, neraca perdagangan Kalimantan Tengah pada Januari 2026 masih mencatat surplus sebesar US$256,75 juta.
Agnes menilai surplus tersebut menunjukkan bahwa kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah masih relatif kuat, didukung oleh tingginya kontribusi komoditas ekspor utama dari sektor pertambangan.
“Dengan nilai ekspor yang masih jauh lebih besar dibandingkan impor, neraca perdagangan Kalimantan Tengah tetap mengalami surplus,” pungkasnya.
(Sya'ban)












