PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalokasikan anggaran sebesar Rp53 miliar untuk mendukung program sekolah gratis bagi pelajar dari keluarga kurang mampu pada tahun 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo mengatakan anggaran tersebut akan disalurkan kepada puluhan ribu peserta didik yang telah terdata sebagai penerima manfaat bantuan pendidikan.
“Pada tahun 2026, kita alokasikan anggaran sekitar Rp53 miliar untuk program sekolah gratis. Jika dibagi kepada sekitar 37.000 siswa, masing-masing anak akan menerima bantuan sekitar Rp1,3 juta sampai Rp1,5 juta,” ujarnya saat ditemui di Palangka Raya, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan, program sekolah gratis ini menyasar peserta didik tingkat SMA dan sederajat yang berasal dari keluarga kurang mampu di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
Berdasarkan pendataan Dinas Pendidikan, terdapat sekitar 37.000 siswa yang menjadi sasaran program tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 17.000 siswa telah terverifikasi dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial.
Meski demikian, pemerintah provinsi memastikan seluruh siswa yang telah terdata tetap akan memperoleh bantuan pendidikan sesuai kebijakan yang diarahkan oleh pemerintah daerah.
Reza menambahkan, sebagai bagian dari evaluasi program, pemerintah provinsi juga akan menerapkan skema baru dalam penyaluran bantuan pendidikan tersebut.
Bantuan nantinya akan disalurkan langsung melalui rekening masing-masing peserta didik yang dibuka melalui Bank Kalteng.
Menurutnya, langkah ini dilakukan agar bantuan pendidikan dapat diterima langsung oleh siswa dan digunakan sesuai kebutuhan pendidikan mereka.
“Dengan sistem rekening ini, bantuan bisa langsung dirasakan oleh peserta didik. Harapannya, program sekolah gratis ini benar-benar membantu meringankan beban biaya pendidikan bagi keluarga kurang mampu,” katanya.
(Sya'ban)












