PALANGKA RAYA – Sebanyak 3.397 paket bantuan pangan dari Presiden Republik Indonesia disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk periode Februari-Maret 2026. Setiap paket bantuan terdiri dari beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Penyaluran bantuan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di halaman Masjid Agung Sukamara, Sabtu, 14 Maret 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung mengatakan bantuan pangan tersebut diberikan kepada 3.397 penerima manfaat di wilayah Kabupaten Sukamara.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri dan Nyepi.
Selain penyaluran bantuan pangan presiden, pemerintah juga melaksanakan sejumlah program lain seperti Gerakan Pangan Murah, penyaluran Bantuan Langsung Tunai melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), pemeriksaan kesehatan gratis, serta pasar murah.
“Melalui kegiatan ini kami hadir untuk menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat menjelang hari besar keagamaan, termasuk pasar murah, bantuan pangan, hingga bantuan tunai melalui KHBS,” ujarnya.
Gerakan Pangan Murah digelar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan layanan cek kesehatan gratis guna memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga melalui deteksi dini.
Pada kesempatan yang sama, bantuan tunai Kartu Huma Betang Sejahtera turut disalurkan kepada masyarakat melalui Bank Kalteng.
Leonard menjelaskan, meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah tahun 2026 mengalami penurunan menjadi sekitar Rp5,4 triliun dari sebelumnya Rp10,2 triliun pada tahun 2025 akibat kebijakan efisiensi, pemerintah daerah tetap memprioritaskan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Terutama melalui Kartu Huma Betang Sejahtera, untuk memastikan masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya yang kurang mampu dan berada di wilayah pedalaman, tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya,” katanya.
Ia menambahkan program tersebut mencakup berbagai sektor penting, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, kesejahteraan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, dalam kegiatan pasar murah disediakan sebanyak 2.000 paket sembako yang terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 1 kilogram.
Setiap paket memiliki nilai sekitar Rp147.500, namun disubsidi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebesar Rp137.500 sehingga masyarakat cukup menebusnya dengan harga Rp10 ribu per paket.
(Sya'ban)












