SAMPIT – Aktivitas mudik melalui jalur laut di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terlihat meningkat pada Minggu 15 Maret 2026. Tiga kapal dijadwalkan berangkat dengan total penumpang hampir mencapai tiga ribu orang yang akan menuju Semarang dan Surabaya.
Kapal yang pertama berangkat adalah KM Leuser dengan rute Sampit menuju Semarang pada pukul 11.00 WIB. Kapal milik PT Pelni tersebut membawa sebanyak 1.392 penumpang yang ikut dalam arus mudik menjelang Idulfitri.
Selain itu, terdapat KM Kirana III yang berangkat menuju Surabaya sekitar pukul 12.00 WIB dengan membawa sekitar 768 penumpang. Kemudian KM Dharma Rucitra VI dijadwalkan berangkat menuju Semarang pada pukul 14.00 WIB dengan jumlah penumpang sekitar 523 orang.
Kepala Kantor KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian menyebutkan bahwa keberangkatan tiga kapal dalam satu hari tersebut menjadi salah satu yang terbanyak selama periode posko angkutan laut Lebaran.
“Untuk keberangkatan KM Leuser hari ini jumlah penumpang sekitar 1.392 orang. Jika digabungkan dengan dua kapal lainnya totalnya hampir 3.000 orang,” ujarnya.
Menurutnya, ketiga kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Hotman menilai kondisi tersebut bisa dikatakan sebagai puncak arus mudik karena selama masa posko angkutan laut Lebaran yang berlangsung sekitar 18 hari, hanya pada hari ini terdapat tiga kapal yang berangkat bersamaan.
“Hari ini menurut kami merupakan puncak mudik karena tiga kapal diberangkatkan sekaligus. Sementara untuk hari berikutnya hanya satu atau dua kapal saja,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa waktu tempuh pelayaran dari Sampit menuju Semarang berkisar sekitar 28 jam. Jika kapal berangkat pukul 11.00 WIB, maka diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang sekitar pukul 13.00 WIB keesokan harinya.
Berdasarkan data sementara dan koordinasi dengan operator kapal, pihak KSOP memperkirakan terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar 10 persen untuk keberangkatan dari Pelabuhan Sampit pada musim mudik tahun ini.
Hotman juga mengapresiasi dukungan dari aparat keamanan dan seluruh instansi yang terlibat dalam posko terpadu angkutan Lebaran sehingga proses keberangkatan penumpang dapat berjalan lancar tanpa terjadi penumpukan di pelabuhan.
Untuk menghindari penumpukan penumpang di terminal, pihaknya membuka check in dan Embarkasi lebih awal sehingga kepadatan pemudik bisa terurai.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain juga turut meninjau kelancaran arus mudik di pelabuhan Sampit pada hari itu
Ia menjelaskan, pihak kepolisian bersama instansi terkait seperti KSOP, operator kapal dan pihak terkait terus bersinergi untuk memastikan proses keberangkatan berjalan aman dan tertib.
Menurutnya, sejak malam sebelumnya pihaknya telah memantau aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan situasi terpantau aman serta terkendali.
“Kami memastikan pada saat masyarakat masuk ke dalam kapal semuanya berjalan dengan tertib. Alhamdulillah saat ini kita lihat bersama prosesnya berlangsung aman,” katanya.
Untuk pengamanan kegiatan mudik, Polres Kotim menurunkan sekitar 250 personel. Khusus di area pelabuhan dilakukan penebalan personel karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat.
“Untuk pengamanan di pelabuhan kami lakukan penebalan. Personel yang sebelumnya sekitar 20 orang kami tingkatkan menjadi 25 orang untuk melakukan pengamanan khusus di area pelabuhan,” jelasnya. (nardi)












