Total Penumpang Angkutan Lebaran 2026 Pelabuhan Sampit Alami Penurunan 16,69 Persen dari Tahun Sebelumnya

NARDI/BERITASAMPIT - Kepala Kantor KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian saat diwawancarai.

SAMPIT – Posko Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit resmi ditutup pada Senin 30 Maret 2026. Penutupan dilakukan secara oleh Menteri Perhubungan dan diikuti seluruh jajaran Kementerian Perhubungan melalui jaringan komunikasi virtual.

Kepala KSOP Kelas III Sampit Timur (Kotim) Hotman Siagian menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan angkutan laut selama masa Lebaran tahun ini berjalan lancar dan sukses.

“Kami telah mengikuti penutupan posko angkutan Lebaran 2026 serentak yang ditutup langsung oleh Bapak Menteri Perhubungan. Secara resmi, posko ditutup hari ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, total penumpang angkutan laut selama periode Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit mencapai 13.190 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 8.873 penumpang berangkat dan 4.317 penumpang datang.

“Jika dibandingkan tahun 2025, terjadi penurunan sekitar 16,69 persen,” katanya.

Menurutnya, penurunan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah armada kapal serta lebih singkatnya masa operasional posko. Tahun ini tercatat 11 armada kapal yang beroperasi, sedangkan tahun sebelumnya mencapai 14 armada.

“Durasi posko juga lebih pendek, hanya 18 hari, sementara tahun lalu berlangsung selama 23 hari,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan angkutan Lebaran, dua operator pelayaran turut berpartisipasi, yakni PT Pelayaran Indonesia dan PT Dharma Lautan Utama.

Hotman juga mengapresiasi dukungan dan sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah hingga insan pers yang turut membantu kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

“Secara keseluruhan berjalan baik, lancar, dan humanis. Sinergi semua pihak sangat membantu dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selama masa posko, pemantauan juga dilakukan oleh sejumlah pejabat, di antaranya Gubernur Kalteng, Kapolda, Pangdam, Bupati Kotim, DPR RI, DPRD Kalteng dan DPRD Kotim.

baca juga ...  Stok Pangan Nasional Aman, Kalteng–Kotim Siap Hadapi Ramadan 2026

Selain itu, dukungan fasilitas juga diberikan oleh sejumlah instansi, seperti Dinas Sosial yang menyediakan tenda bagi penumpang saat menunggu keberangkatan maupun kedatangan kapal.

Meski berjalan lancar, evaluasi tetap menjadi perhatian. Salah satu kendala yang dihadapi adalah pengaturan jadwal kapal yang sempat berdekatan dalam satu waktu.

“Tanggal 15 Maret lalu sempat ada tiga kapal dengan jadwal berdekatan, masing-masing sekitar pukul 10.00, 12.00, dan 13.00 WIB. Ke depan kami harapkan ada pengaturan jeda minimal tiga jam antar kapal agar tidak terjadi penumpukan penumpang,” jelasnya.

Namun demikian, kondisi tersebut dapat diatasi berkat koordinasi dan kesiapan petugas di lapangan. Penumpang juga diimbau datang lebih awal sehingga proses naik kapal dapat berlangsung tertib.

“Alhamdulillah berkat sinergi dan kolaborasi semua pihak, termasuk dukungan media, seluruh rangkaian kegiatan posko dapat berjalan aman dan lancar hingga penutupan hari ini,” pungkasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!