PALANGKA RAYA – Program Sekolah Rakyat di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga kini baru berjalan di empat dari total 14 kabupaten/kota yang ada.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, dalam Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalteng, baru-baru ini.
Edy menyebutkan, empat wilayah yang telah menjalankan program tersebut yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Saat ini Sekolah Rakyat telah berjalan di empat wilayah, yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Kotawaringin Timur,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
“Sekolah Rakyat menjadi simbol kehadiran negara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, bahwa setiap anak Kalimantan Tengah berhak atas pendidikan yang setara dan bermartabat,” ujarnya.
Selain program pendidikan, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kualitas gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 84 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah berdiri dan aktif mendukung pelaksanaan program tersebut di Kalteng.
“Sepanjang tahun 2025, kami telah mampu menyelaraskan kebijakan dan program strategis daerah dengan Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” kata Edy.
Ia menambahkan, pelaksanaan MBG di daerah mendapat respons positif dari kalangan pelajar.
“Program Makan Bergizi Gratis telah terlaksana di Kalimantan Tengah didukung oleh 84 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi aktif,” jelasnya.
“Angka ini terus ditingkatkan seiring dengan tingginya antusiasme para pelajar menerima program mulia dari Presiden Republik Indonesia,” pungkasnya.
(Sya'ban)












