PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) semakin menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan dengan memperkuat Program Kampung Iklim (ProKlim). Salah satu upaya nyata dilakukan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas ProKlim, yang digelar di Hotel Alltrue, Palangka Raya, pada Kamis, 13 Maret 2025.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan kecamatan dari Jekan Raya, Sabangau, Mantangai, Maliku, Dusun Selatan, hingga Tasik Payawan. Kehadiran narasumber dari Kepala Desa Pararapak, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Barat semakin memperkaya diskusi mengenai strategi penguatan ProKlim di daerah masing-masing.
Menurut Noor Halim dari Sekretariat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng, ProKlim bukan sekadar program, tetapi solusi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.
“Melalui program ini, masyarakat diajak untuk terlibat langsung dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Kalteng sendiri telah memiliki 193 kampung iklim yang terdaftar dalam Sistem Registri Nasional,” ungkapnya.
Pada tahun ini, DLH Kalteng bekerja sama dengan Yayasan Penabulu dalam mengelola pendanaan RBP REDD+ untuk melakukan studi banding ke 15 desa ProKlim.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas desa–desa dalam menjalankan upaya perlindungan lingkungan yang lebih efektif.
Kegiatan peningkatan kapasitas ini menghadirkan berbagai materi yang bertujuan untuk memperkuat peran desa dalam pelaksanaan ProKlim.
Melalui acara ini, diharapkan desa–desa yang sudah terdaftar dalam ProKlim dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya untuk lebih aktif dalam menjaga lingkungan.
“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Semoga hasil dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi desa–desa dalam mewujudkan lingkungan yang lebih lestari,” tutup Noor Halim.
Acara ini menjadi bagian dari komitmen Kalimantan Tengah dalam mendukung kebijakan nasional terkait perubahan iklim dan diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
(Sya'ban)












