PALANGKA RAYA – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat pada 2026. Program ini menyasar sekitar 205.000 penerima di berbagai wilayah.
Bantuan yang diberikan mencakup komoditas pokok berupa beras dan minyak goreng guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala Bulog Kanwil Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan penugasan dari Badan Pangan Nasional untuk periode Februari hingga Mei 2026.
“Awalnya penyaluran direncanakan berlangsung Februari sampai Maret 2026, namun karena kendala teknis, pelaksanaannya diperpanjang hingga Mei,” ujarnya di Palangka Raya, Jumat, 10 April 2026.
Ia merinci, total bantuan yang disiapkan meliputi 4.100 ton beras dan sekitar 800.000 liter minyak goreng merek MinyaKita.
Menurutnya, ketersediaan stok saat ini dalam kondisi aman dan siap untuk didistribusikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Stok beras dan MinyaKita mencukupi. Tinggal proses penyaluran saja, dan diharapkan seluruh bantuan dapat tersalurkan hingga Mei,” katanya.
Selain fokus pada distribusi bantuan, Bulog Kalteng juga mengintensifkan penyerapan hasil panen petani. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas cadangan pangan, terutama dalam menghadapi potensi gangguan produksi akibat musim kemarau.
Erwin menegaskan, penyerapan gabah dan beras dilakukan secara maksimal selama masa panen agar stok di gudang tetap terjaga sebagai cadangan.
“Dengan penyerapan yang optimal saat panen, kita memiliki cadangan jika sewaktu-waktu produksi terganggu karena faktor alam,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, Bulog Kalteng menargetkan penyerapan beras mencapai 15.800 ton. Hingga April, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 5.100 ton atau setara 32 persen dari target.
Di samping itu, Bulog juga merencanakan pembangunan fasilitas pascapanen guna memperkuat sistem penyimpanan. Lokasinya berada di Kabupaten Kapuas, Barito Timur, dan Pulang Pisau.
“Fasilitas ini penting agar peningkatan penyerapan gabah bisa diimbangi dengan kapasitas penyimpanan yang memadai, sehingga cadangan pangan tetap aman,” pungkasnya.
(Sya'ban)












