Kerusakan Hutan Lima Tahun Terakhir Cenderung Menurun, Butuh 3.000 Polhut Awasi Kawasan Hutan

IST/BERITA SAMPIT - Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining.

Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) (Kalteng), Agustan Saining, mengungkapkan bahwa tingkat kerusakan hutan di wilayahnya dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren penurunan.

“Secara tabulasi, kerusakan hutan di Kalteng lima tahun terakhir cenderung menurun,” ujar Agustan usai menerima audiensi Masyarakat Adat Peduli Hutan (Ampehu), Senin, 27 Oktober 2025.

Menurutnya, penurunan itu dipengaruhi oleh berkurangnya aktivitas penebangan kayu, baik dari pelaku usaha maupun masyarakat.

“Karena yang pertama itu permintaan kayu kurang. Termasuk biasanya dari masyarakat. Permintaan kayu yang menurun berdampak pada berkurangnya penebangan,” katanya.

Meski begitu, Agustan tidak menampik masih adanya aktivitas tambang ilegal yang menyebabkan kerusakan di sejumlah kawasan.

“Kami memang agak, mungkin bahasanya separuh dari kecolongan, itu adalah tambang-tambang ilegal,” ucapnya.

Ia menjelaskan, luas wilayah hutan di Kalteng mencapai sekitar 15 juta hektare. Namun, jumlah personel Polisi Kehutanan (Polhut) yang dimiliki masih sangat terbatas.

“Personel Polhut kami cuma 42 orang. Idealnya, diperlukan sekitar 3.000 Polhut untuk meng-cover seluruh wilayah Kalteng,” ujar Agustan.

Kendati dengan keterbatasan itu, Dinas Kehutanan Kalteng tetap berupaya menindak setiap laporan yang masuk terkait aktivitas ilegal di kawasan hutan.

“Kalau ada informasi seperti itu, kita akan menindaklanjuti secepatnya. Kami berterima kasih kalau ada kawan-kawan yang memberikan informasi, silakan sampaikan ke Dinas Kehutanan, pasti akan kami tindak lanjuti,” katanya.

(Syauqi)

baca juga ...  Disdik Kalteng Harapkan FLS3N Dan O2SN Kotim Lahirkan Wakil Terbaik Ke Tingkat Nasional
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!