PULANG PISAU – Pesan kuat tentang pentingnya satu arah kebijakan antara pusat dan daerah serta kebangkitan sektor pendidikan mengemuka dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional ke-67 di Kabupaten Pulang Pisau. Wakil Bupati H Ahmad Jayadikarta menegaskan, dua hal tersebut menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan daerah sekaligus menjawab tantangan zaman, Senin 27 April 2026.
Dalam amanatnya, Jayadikarta mengingatkan bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada luas wilayah dan kekayaan sumber daya, tetapi juga pada kemampuan seluruh tingkatan pemerintahan untuk berjalan seirama.
“Tanpa sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, tujuan besar bangsa akan sulit tercapai. Ini bukan pilihan, tapi keharusan,” tegasnya.
Ia menyebut, tema Hari Otonomi Daerah tahun ini “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” menjadi pengingat bahwa daerah memiliki peran strategis dalam mengelola potensi sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
Menurutnya, keselarasan visi dan kebijakan hingga ke tingkat daerah menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas. Hal ini mencakup berbagai sektor prioritas seperti pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi desa.
Selain itu, Jayadikarta juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil, dengan dukungan digitalisasi dan inovasi pelayanan publik. Ia menilai, tata kelola pemerintahan yang cepat, transparan, dan responsif menjadi kebutuhan di era saat ini.
Pada momentum yang sama, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremonial, melainkan ajang refleksi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah, sejalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan global.
“Kami berharap seluruh elemen, baik pemerintah, tenaga pendidik, maupun masyarakat, dapat terus berinovasi dan bersinergi. Pendidikan dan kolaborasi adalah kunci masa depan Pulang Pisau,” tutupnya. (denny)












