PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kotawaringin Barat terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses keuangan di wilayah pedesaan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Pembentukan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) Tahun 2026 yang digelar di Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan.
Kegiatan ini dihadiri Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, perwakilan Bupati Kotawaringin Barat melalui Kepala Bagian Ekonomi dan SDA, pimpinan lembaga jasa keuangan, serta sejumlah perangkat daerah terkait, termasuk dinas perikanan dan dinas koperasi.
Rakor ini menjadi langkah strategis untuk mendorong percepatan akses keuangan inklusif, khususnya dalam mendukung pengembangan ekonomi desa dan pembiayaan sektor produktif masyarakat pesisir.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa pembentukan Desa EKI yang terintegrasi dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan langkah konkret dalam memperluas akses layanan keuangan.
“Sinergi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan menjadi kunci untuk memperkuat pemberdayaan nelayan serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan,”ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Kabupaten Kotawaringin Barat, M. Firmansyah Permana, menilai Desa Tanjung Putri memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Sebagian besar masyarakat desa tersebut berprofesi sebagai nelayan, dengan dukungan sumber daya alam yang meliputi lahan pertanian, tambak, perkebunan kelapa dan sawit, hingga kawasan sungai yang luas,” tambahnya.
Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan nasional tercatat 66,46 persen dan inklusi keuangan 80,51 persen.
“Namun, pada kelompok petani dan nelayan masih berada di bawah rata-rata, sehingga diperlukan upaya percepatan melalui program seperti Desa EKI,” lanjutnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang membahas model pengembangan Desa EKI, penguatan ekosistem usaha, serta integrasi dengan program KNMP.
“Melalui sinergi lintas sektor, OJK bersama TPAKD berkomitmen mendorong pemerataan akses keuangan sekaligus memperkuat ekonomi desa,” tuturnya.
Dukungan infrastruktur seperti dermaga, pabrik es, cold storage, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) berbasis koperasi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan ini.
“Dengan kolaborasi tersebut, Desa EKI diharapkan mampu menjadi katalis transformasi kampung nelayan yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan,” ungkapnya. (yud)












