Soal Buruh, Gubernur Kalteng: Kebahagiaan Mereka Tanggung Jawab Kami

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Gubernur , Agustiar Sabran, saat memotong tumpeng pada peringatan Hari Buruh (May Day) 2026 di Bundaran Besar , Jumat, 1 April 2026.

– Gubernur (Kalteng), Agustiar Sabran, menegaskan komitmennya untuk memastikan kesejahteraan buruh di wilayahnya, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh (May Day) 2026.

Pernyataan itu disampaikan Agustiar saat menghadiri peringatan May Day yang digelar Forum Silaturahmi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Kalteng di Bundaran Besar , Jumat, 1 Mei 2026.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kebahagiaan buruh merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah.

“Melihat hari ini, kami selaku gubernur pasti memastikan kebahagiaan bapak ibu, karena kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan kami selaku gubernur maupun pribadi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sikap buruh di Kalteng yang memilih merayakan May Day secara damai tanpa aksi demonstrasi.

Selain itu, Agustiar menyinggung praktik demonstrasi di sejumlah daerah lain saat May Day. Menurutnya, kondisi di Kalteng harus tetap dijaga agar kondusif demi mendukung pembangunan.

“Jakarta boleh begini (demo), dunia boleh begini, tapi kita harus rukun, guyub. Kami selaku gubernur pun enak membangun,” katanya.

Agustiar menilai aksi demonstrasi sah dilakukan sepanjang memiliki tujuan yang jelas dan bersifat konstruktif. Namun ia mengingatkan agar aksi tidak dilakukan tanpa arah yang jelas hingga berpotensi memecah belah masyarakat.

“Tapi kalau kita sedikit-sedikit turun ke jalan, terus kalau turun ke jalan enggak jelas juga apa yang dituntut ketika demo,” ucapnya.

“Demo boleh, tapi demo yang membangun, kami selaku gubernur, kami pastikan selalu hadir,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan potensi informasi menyesatkan yang dapat memicu aksi tidak produktif.

“Jangan demo tapi tuntutannya enggak jelas, tujuannya ke mana, hanya untuk memecah belah kita di sini saja. Yang rugi siapa? Ya kita semua, masyarakat Kalteng,” tegasnya.

“Coba para buruh sekalian turun ke jalan bakar-bakar dan sebagainya, banyak partisipasi yang enggak jelas juga karena termakan hoaks saja,” lanjut Agustiar.

Ia mengimbau buruh agar bijak menyikapi informasi dan tidak mudah terpengaruh ajakan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Harapan saya hal-hal begini harus disikapi bijaksana, jangan sampai terkena hoaks atau demo pesanan. Kita sesuaikan dengan situasi daerah kita saja,” ujarnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Semangat Pahlawan Harus Hidup dalam Persatuan dan Pengabdian Generasi Muda
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!