PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kalteng tahun 2025 sebesar 0,534 atau menurun dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 0,549.
Data tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Kalteng, Maria Wahyu Utami, saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Kalteng, Palangka Raya, Selasa, 5 Mei 2026.
“Indeks Ketimpangan Gender Kalteng tahun 2025 tercatat sebesar 0,534, menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Maria, penurunan tersebut mencerminkan semakin membaiknya kesetaraan gender di Kalteng.
“Penurunan ini mencerminkan semakin membaiknya kesetaraan gender, yang didukung oleh peningkatan partisipasi perempuan dalam pendidikan, legislatif, dan pasar tenaga kerja,” katanya.
Ia menambahkan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan juga menunjukkan tren peningkatan.
“Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja perempuan juga menunjukkan tren peningkatan,” ujarnya.
Di sisi lain, hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025 menunjukkan jumlah penduduk Kalteng mencapai sekitar 2,85 juta jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 1,34 persen per tahun yang cenderung melambat.
“Struktur penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif, dengan rasio ketergantungan menurun menjadi 42,62,” katanya.
Maria juga menyebut angka kelahiran total terus menurun mendekati tingkat penggantian, sementara angka kematian bayi turun menjadi 16,21 per 1.000 kelahiran hidup.
“Di sisi lain, proporsi penduduk lanjut usia meningkat menjadi 9,22 persen, yang menunjukkan kecenderungan menuju penuaan penduduk di beberapa wilayah,” pungkasnya.
(Sya'ban)












