Penulis: Maman Wiharja ( Wartawan Senior di Kalteng)
SENI TARI KREATIF berbasis budaya daerah di Indonesia kini terus bermunculan menuangkan berbagai kreasinya dan di kembangkan. Sebab seni tari kreatif (STK) bukan cuma hiburan, tapi bisa menggali kreasi baru yang bernuansa dengan budaya lokal, sehingga bisa menjaga identitas sekaligus membuat budaya lokal tetap hidup dan relevan.
Seperti halnya Parade Seni Tari Kreatif karya Sanggar Laman Basega (Kampung Bagus/Cantik) dari Kabupaten Lamandau yang mampu memukau penonton saat pentas di Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026, di Gor Indoor Palangka Raya belum lama ini.
Sebelum parade Seni Tari Kreatif dipentaskan, terdengar “Sesanti”, suara bernuansa puisi yang mengisahkan tema atau alur makna fisolofis dari tarian yang akan dipentaskan untuk mengantar suasana para penonton memaknai konteks alur tariannya.
“Inilah Parade Tari Kreasi dari Kontingen Kabupaten Lamandau , dengan tema; Sangan Batu Batungkat (Dongeng Batu Bertongkat).
Tanah arai godi ombay hukup adat di bantah.- Pantang larang bukan sekadar kata, Itu adalah pagar pelindung semesta.- Melanggar hukum adat, mengundang bencana, Alam murka, hilanglah sudah segala makna. – Tanah ini punya sumpah dan saksi, Dihormati lewat setiap tradisi.- Sebab adat adalah titah penjaga bumi,Yang harus dipatuhi sampai akhir nanti.
Seperti disampaikan pimpinan Sanggar Laman Basega, Kabupaten Lamandau, Kiki Desti Yanti. S,Pd, bahwa Sanggar Laman Basega yang berdiri tahun 2015 dan pada tahun 2020 resmi diberi nama Sanggar Laman Basega, telah banyak menggali Seni Tari Kreatif , yakni -Tari Babukung-Tari Kuyang -Tari Manasai -Tari Daun Sawang -Tari Malomang -Tari Selendang -Tari Mandau -Tari Katambung -Tari Penyambutan -Tari Bambu dan Tari Melayu.
“Sanggar Laman Basega telah hadir sudah 11 tahun, mudah-mudahan bisa menjaga identitas dan kearifan lokal biar nggak punah. Dalam menggali seni tari kreatif kami punya gerak tersendiri, mulai dari musik, kostum, dan cerita yang lahir dari sejarah Budaya Lingkungan Lamandau,” kata Kiki Desti Yanti.
“Kalau nggak dikembangkan, warisan Budaya Lamandau melalui Seni Tari Kreatif, cenderung gampang tergilas arus budaya global. Tari kreatif memungkinkan nilai-nilai lama bisa dikemas ulang tanpa kehilangan akar maknanya. Dan Alhamdullilah Seni Tari Kreatif bisa menjadi magnit atau daya tarik wisata,“ imbuhnya penuh makna, didampingi Rizka salah seorang Anggota Sanggar Tari Kreatif Laman Basega.
Dijelaskan Kiki Desti Yanti, dukungan dan perhatian Bupati Lamandau H.Rizky Aditya Putra sangat luar bisa. “Beliau sangat mendukung dengan kreatifitas dan minat bakat putra-putri remaja yang ada di Lamandau. Dan pesan Beliau , terus semangat dan gali potensi Budaya Lamandau,” ucapnya.

Sementara H.Rizky Aditya Putra, sejak menjabat Bupati Lamandau melalui bebera Media Cetak dan Online, telah banyak menyampaikan perhatian dan dukungannya, bahkan langsung ikut menghadiri Pentas Seni Tari Kreatif maupun Tradisional.
“Pentas Seni Tari Kreatif dan Tradisional bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga merupakan bentuk pelestarian seni dan budaya yang patut kita dukung bersama. Dan saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sanggar Laman Basega yang telah pentas memeriahkan Festiva Isen Mulang di Palangka Raya,” kata Bupati Lamandau.
Seraya menambahkan, kedepannya Pemkab Lamandau berkomitmen terus mendukung pengmbangan seni dan budaya sebagai bagian dari pengembangan karakter dan identitas daerah. Karena Seni Tari adalah warisan luhur yang menyimpan filosofi, nilai moral, dan identitas daerah.
“Melalui seni tari, baik tradisional maupun modern, kita belajar menghargai keberagaman dan mempererat kebersamaan,” tutupnya.












