PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugiyarto, meminta pemerintah mengkaji secara cermat wacana pembatasan ekspansi minimarket di wilayah perdesaan. Langkah ini merespons isu penutupan gerai modern demi mendukung program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng tersebut menilai kehadiran koperasi desa seharusnya memperkuat ekonomi lokal, bukan mematikan usaha retail modern yang telah menyerap banyak tenaga kerja daerah.
“Mestinya harus ada solusi. Kalau hanya penutupan, Indomaret dan Alfamart kan diizinkan oleh pemerintah daerah. Kalau hanya ditutup, karyawan dan sebagainya tentu akan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat juga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidak boleh diposisikan sebagai kompetitor langsung bagi pelaku usaha yang sudah eksis. Menurutnya, konsep ideal koperasi tersebut adalah menjadi pusat distribusi barang (distributor) untuk memperpendek rantai pasok.
“Kalau menurut saya tidak pas. Berdirinya Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan tidak mengganggu yang sudah ada di masyarakat. Kalau ini sudah ada kemudian ditutup, itu perlu dicermati, kalau memang benar akan dilakukan,” katanya.
Sugiyarto juga mengingatkan bahwa minimarket modern selama ini telah menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi memengaruhi operasional usaha tersebut harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.
“Di situ banyak tenaga kerja terserap. Sehingga kalau memang harus ditutup, perlu ditinjau kembali,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep Koperasi Desa Merah Putih semestinya diarahkan sebagai pusat distribusi barang yang dapat memperpendek rantai pasok dan membantu pelaku usaha kecil memperoleh harga yang lebih kompetitif.
“Tujuan gerai Koperasi Desa Merah Putih lebih kepada mempercepat perputaran roda ekonomi, artinya tidak lewat sana-sini. Gerai itu harus menyediakan semacam distributor sehingga harga ke retail juga sudah harga pasaran,” ujarnya.
Menurut Sugiyarto, apabila koperasi berfungsi sebagai distributor, maka keberadaannya justru dapat mendukung berbagai pelaku usaha, termasuk toko-toko kecil maupun jaringan minimarket modern.
“Kalau dianggap pesaing, ya mestinya bukan pesaing. Kalau bentuknya distributor, bukan pesaing. Toko-toko kecil bisa mengambil barang dari situ. Kalau perlu, Indomaret dan Alfamart juga mengambil dari situ. Dulu kan (rencana) seperti itu,” katanya.
Terkait adanya wacana penutupan gerai minimarket karena kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, Sugiyarto mengaku belum memperoleh informasi resmi. Namun ia menegaskan bahwa apabila wacana tersebut benar ada, maka perlu dilakukan kajian mendalam sebelum diambil keputusan.
“Kalau ada wacana penutupan gerai Alfamart dan Indomaret karena kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, saya belum dengar. Tapi kalau ada, harus dikaji,” pungkasnya.
(Syauqi)












