Separuh Tersingkir, Hanya Empat Nama Lolos Bursa Rektor UPR

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Tampak depan Kantor Rektorat Universitas (UPR).

– Sebanyak delapan orang mendaftarkan diri dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas (UPR) periode 2026-2030. Namun, hanya empat orang yang dinyatakan lolos verifikasi sebagai bakal calon rektor.

Ketua Panitia Pilrek UPR, Joni Bungai, mengatakan pendaftaran bakal calon rektor dibuka pada 17 hingga 26 Mei 2026.

“Hingga batas akhir pendaftaran, panitia menerima bakal calon rektor UPR sebanyak delapan orang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Juni 2026.

Menurut Joni, verifikasi berkas dilaksanakan pada 3 hingga 6 Juni 2026. Hasilnya kemudian diserahkan kepada Senat UPR untuk dibahas dalam rapat senat tertutup yang digelar pada 11 Juni 2026.

Sebelum rapat tersebut, panitia melakukan audiensi dengan Biro Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Jakarta terkait persyaratan pengalaman manajerial bakal calon rektor.

“Hasil audiensi ditindaklanjuti dengan permintaan penjelasan tertulis kepada Kemdiktisaintek terkait syarat pengalaman manajerial bakal calon rektor,” katanya.

Joni menjelaskan, jawaban tertulis dari Kemdiktisaintek diterima pada 11 Juni 2026 dan menjadi salah satu dasar dalam proses verifikasi bakal calon rektor.

Berdasarkan hasil rapat senat tertutup yang dituangkan dalam Berita Acara Nomor 34/SENAT-UPR/2026 dan SK Senat Nomor 38/SENAT-UPR/2026, empat bakal calon rektor yang dinyatakan lolos verifikasi yakni Bhayu Rhama, Thea Farina, Natalina Asi, dan Liswara Neneng.

Sementara itu, empat pendaftar yang dinyatakan tidak lolos verifikasi adalah Deddy NSP Tanggara, Uras Tantulo, Natalia Sri Martani, dan Tari Budayanti Usop.

“Keempat bakal calon yang dinyatakan tidak lolos verifikasi disebabkan tidak memenuhi persyaratan pengalaman manajerial,” ungkap Joni.

Tahapan pemilihan dan penetapan calon rektor dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 10 Juli 2026.

Adapun jadwal wawancara calon rektor bersama Mendiktisaintek serta penetapan rektor definitif masih menyesuaikan agenda Menteri.

(Sya'ban)

baca juga ...  Digitalisasi Pendidikan Kalteng, Pembelajaran Hybrid Siap Menjangkau Sekolah Perkotaan dan Perdesaan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!