PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kalteng) menaruh perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan guru, pramubakti, tenaga administrasi, hingga guru yang belum lulus PPPK maupun belum berstatus guru kontrak.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan peningkatan kesejahteraan tenaga pendukung pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
Pernyataan itu disampaikannya saat menerima audiensi Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Kalteng (P3K) di Aula Pintar Kantor Dinas Pendidikan Kalteng, Palangka Raya, Senin, 6 Juli 2026.
“Guru-guru kita, pramubakti, tenaga administrasi, termasuk guru yang belum lulus PPPK atau belum masuk guru kontrak, ini menjadi fokus utama kami dalam meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Reza menambahkan, pihaknya akan mengusulkan peningkatan jasa bagi pramubakti dan tenaga administrasi agar nilainya dapat disetarakan atau setidaknya ditingkatkan mendekati Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalteng.
“Kita akan mengusulkan peningkatan jasa pramubakti dan jasa tenaga administrasi agar bisa kita setarakan atau setidaknya kita tingkatkan mendekati Upah Minimum Kalteng,” katanya.
Menurut Reza, pramubakti dan tenaga administrasi memiliki peran penting dalam menunjang pelayanan pendidikan di sekolah sehingga sudah selayaknya mendapat perhatian dari pemerintah.
Ia menegaskan, perhatian pemerintah tidak hanya difokuskan pada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga terhadap sumber daya manusia yang menjadi penggerak utama layanan pendidikan di Kalteng.
Reza berharap peningkatan kesejahteraan tersebut dapat menjadi motivasi bagi guru maupun tenaga pendukung pendidikan untuk terus memberikan pelayanan terbaik sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kalteng.
“Kami berharap kesejahteraan guru, pramubakti, dan tenaga administrasi terus meningkat karena mereka merupakan bagian penting dalam memajukan pendidikan di Kalteng,” pungkasnya.
(Sya'ban)












