PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan program seragam sekolah gratis tetap dilaksanakan pada 2026. Namun, mekanisme penyalurannya disesuaikan agar bantuan lebih tepat sasaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan setelah program dievaluasi.
Penjelasan itu disampaikannya saat menerima audiensi Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Kalimantan Tengah (P3K) di Aula Pintar Kantor Dinas Pendidikan Kalteng, Palangka Raya, Senin, 6 Juli 2026.
“Berkaitan dengan seragam gratis, tahun kemarin sudah kita bagikan kepada siswa yang masuk SMA, SMK maupun SKH. Tahun ini Bapak Gubernur juga menggratiskan lagi seragam untuk seluruh siswa-siswi baru,” ujarnya.
Namun, lanjut Reza, setelah dilakukan evaluasi, Gubernur Kalteng meminta agar bantuan diprioritaskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Setelah kami laporkan, Bapak Gubernur meminta agar bantuan diprioritaskan kepada siswa dari keluarga tidak mampu,” katanya.
Reza menjelaskan, siswa baru dari keluarga kurang mampu akan menerima empat jenis seragam, yakni putih abu-abu, batik, pramuka, dan olahraga, serta satu pasang sepatu.
Sementara itu, siswa baru dari keluarga mampu hanya memperoleh seragam batik dan olahraga.
“Seragam putih abu-abu, pramuka, dan sepatu yang tidak dibagikan kepada siswa baru dari keluarga mampu akan dialihkan kepada siswa kelas XI dan XII yang juga berasal dari keluarga tidak mampu” tegasnya.
Ia menambahkan, pendataan calon penerima dilakukan secara berlapis dengan melibatkan kepala sekolah, kepala desa, damang, dan mantir adat agar bantuan benar-benar diterima siswa yang berhak.
(Sya'ban)












