PALANGKA RAYA – Lima terduga pelaku penyerangan terhadap tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Kalimantan Tengah.
Kelima terduga pelaku tersebut masing-masing berinisial R, S alias A, N, Y, dan L. Mereka diamankan dalam rangkaian pengungkapan kasus yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, kelima terduga pelaku saat ini masih berada di Polda Kalteng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Tiga yang terbaru di Jakarta, lima orang lainnya ada di Polda Kalteng,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Jumat, 10 Juli 2026.
Sementara itu, tiga terduga pelaku lainnya, yakni Bio, Perie, dan Ramblan alias Busu, masih berada di Jakarta. Ketiganya menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Saat ditanya apakah kasus tersebut akan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, Dodik mengaku belum dapat memastikan karena proses penyidikan masih berlangsung.
“Nanti nunggu yang dari Jakarta dulu mungkin,” katanya.
Ia menegaskan, penentuan pasal yang akan dikenakan kepada para terduga pelaku merupakan kewenangan penyidik.
“Yang tahu pasalnya penyidik. Nanti salah saya menyebutinnya. Saya belum bisa menyebutkan pasalnya bagaimana, nanti itu bagian penyidik yang menjelaskan,” pungkasnya.
Kasus ini bermula saat personel Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek seorang terduga bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis dini hari, 2 Juli 2026.
Dalam operasi tersebut, petugas sempat mengamankan Bio. Namun, keluarga dan kelompok yang diduga terkait dengannya melakukan perlawanan hingga berhasil membebaskannya.
Akibat penyerangan itu, Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra gugur setelah mengalami luka bacok di bagian kepala.
Sementara Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana dan Ipda Anumerta Sumariyanto sempat dinyatakan hilang setelah berupaya menyelamatkan diri ke kawasan hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Briptu Anumerta Nopandri kemudian ditemukan meninggal dunia di Sungai Katingan, Desa Tumbang Lahang, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Sehari kemudian, Ipda Anumerta Sumariyanto ditemukan meninggal dunia di DAS Katingan, wilayah Desa Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah.
(Sya'ban)












