PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau agar kebijakan efisiensi anggaran dimaknai sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Huma Betang Night dalam rangka Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau di Stadion H.M. Sanusi, Pulang Pisau, Sabtu malam, 11 Juli 2026.
“Efisiensi justru menuntut kita bekerja lebih cermat, lebih terukur, lebih inovatif, dan lebih tepat sasaran, sehingga setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Agustiar berharap semangat tersebut dapat menjadi pedoman bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.
Pada kesempatan itu, Agustiar juga mengucapkan selamat Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau.
“Semoga Kabupaten Pulang Pisau semakin maju, berdaya saing, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tuturnya.
Selain menyinggung efisiensi anggaran, Agustiar mengatakan Huma Betang Night digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus hiburan bagi masyarakat yang merayakan hari jadi Kabupaten Pulang Pisau.
“Huma Betang Night kita hadirkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus membawa kegembiraan bagi masyarakat Pulang Pisau. Kalau hati kita gembira, hati kita bahagia, kita akan semakin sehat, optimistis, dan produktif,” katanya.
Menurut Agustiar, semangat Huma Betang harus terus dijaga sebagai fondasi pembangunan di Kalimantan Tengah agar kemajuan daerah tetap berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya.
“Pembangunan harus maju, tetapi budaya kita tidak boleh layu. Hal ini sejalan dengan visi dan misi kami membangun Kalteng tanpa meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal, dengan Spirit Huma Betang dalam bingkai NKRI,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong merupakan modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Kalau kita guyub, rukun, menjunjung toleransi dan gotong royong, maka tantangan seberat apa pun akan mampu kita hadapi bersama,” pungkasnya.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Agustiar berharap Huma Betang Night juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
(Sya'ban)












