Harus Aktif Cegah Karhutla, DPMD Kotim Dorong Hidupkan Masyarakat Peduli Api

NARDI/BERITASAMPIT - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kotim Ninuk Muji Rahayu.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Kotim) memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga ke tingkat . Seluruh pemerintah diminta meningkatkan peran dalam mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama selama musim kemarau.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan (DPMD) Kotim Ninuk Muji Rahayu mengatakan pemerintah menjadi ujung tombak dalam upaya pencegahan karhutla karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

harus terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, kami juga mendorong pemerintah mengaktifkan kembali Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran,” ujar Ninuk, Kamis 16 Juli 2026.

Menurutnya, keberadaan MPA memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, memberikan kepada warga, serta membantu penanganan awal sebelum api meluas.

Ia juga meminta pemerintah memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, BPBD, TNI, Polri, serta instansi terkait agar upaya pencegahan karhutla berjalan lebih optimal.

“Sinergi semua pihak sangat diperlukan agar potensi kebakaran bisa dicegah sejak dini dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” katanya.

Ninuk kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apa pun. Selain melanggar aturan, tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang meluas dan berdampak terhadap lingkungan, masyarakat, hingga aktivitas ekonomi.

“Pencegahan adalah langkah paling efektif. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah , MPA, dan masyarakat dapat menekan risiko terjadinya karhutla di Kabupaten Kotim selama musim kemarau tahun ini. (Nardi)


baca juga ...  Pemkab Kotim Apresiasi DAD Lestarikan Budaya Lokal Lewat Pagelaran Seni
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!