Terungkap! Begini Detik-detik Penusukan di Baamang yang Merenggut Nyawa Seorang Pemuda, Ini Motifnya

JIMMY/BERITASAMPIT - Lokasi kejadian penusukan.

SAMPIT – Kasus penusukan yang menewaskan seorang pemuda berinisial R (31) di Jalan Baamang Tengah I, Kecamatan Baamang, Kabupaten (Kotim), mulai menemui titik terang.

Selain pelaku yang telah diamankan polisi, kronologi berdarah yang terjadi pada Selasa 21 Juli 2026 pagi itu juga mulai terungkap dari keterangan keluarga korban dan saksi mata.

Ayah korban, Wo, mengungkapkan bahwa tersebut diduga dipicu persoalan utang piutang. Menurutnya, terduga pelaku berinisial Rn memiliki utang yang digunakan untuk membayar biaya tempat tinggal atau barak.

Saat kejadian, kata Wo, anaknya secara tidak sengaja bertemu dengan pelaku di lokasi. Korban bukan bermaksud menagih utang, melainkan hanya menanyakan apakah pelaku sudah memiliki uang.

“Motifnya pelaku mempunyai utang untuk membayar barak. Saat itu pelaku dan korban tidak sengaja bertemu di lokasi. Lantas korban, anak kami, menanyakan, bukan menagih, apakah ada uang. Pelaku langsung emosi, mendorong dan melukai korban,” kata Wo saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin 27 Juli 2026.

Wo menjelaskan, setelah mendorong korban hingga terjatuh, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dan menusukkan ke arah dada kanan serta tangan kiri korban.

Menurut informasi yang diterimanya dari dari sang anak saat masih sadar, senjata tajam yang digunakan pelaku diperkirakan memiliki panjang sekitar 20 sentimeter, sehingga tusukan menembus organ vital korban.

“Lukanya sampai mengenai paru-paru dan hati,” ujarnya.

Sementara itu, seorang warga setempat berinisial Ai, yang berada sekitar 15 meter dari lokasi kejadian, mengaku menyaksikan langsung detik-detik penusukan tersebut.

Ia mengatakan, Rn bukan warga Baamang Tengah, namun cukup sering terlihat berada di lingkungan tersebut.

“Pelaku itu memang kerap di kampung sini, tapi bukan orang kampung sini. Kami tidak tahu dia orang mana. Yang jelas, senjata tajam itu selalu ada di badannya atau di tas yang sering dia bawa,” katanya.

Menurut Ai, sebelum penusukan terjadi, korban dan pelaku sempat berbicara. Tak lama kemudian terjadi cekcok hingga korban disebut sempat memukul pelaku.

Pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam yang dibawanya dan langsung menyerang korban secara membabi buta.

“Korban sempat mundur menghindar, tapi pelaku terus mengejar sambil menusuk,” tuturnya.

Melihat kejadian itu, Ai bersama warga lainnya berupaya melerai. Namun pelaku justru mengacungkan senjata tajam ke arah warga sehingga tak seorang pun berani mendekat.

Ai kemudian berlari pulang untuk mengambil senjata tajam sebagai upaya menghalau pelaku agar tidak kembali menyerang korban. Melihat sejumlah warga mulai mengejarnya, pelaku akhirnya melarikan diri dan sempat bersembunyi di salah satu rumah warga.

Meski mengalami luka tusuk serius, korban masih sempat mengendarai sepeda motor seorang diri menuju Puskesmas Baamang I sambil menekan luka di bagian dada kanannya.

Namun setibanya di puskesmas, korban langsung pingsan dan mendapat penanganan medis sebelum dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit.

Setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu 25 Juli 2026.

Usai kejadian, aparat Polsek Baamang bersama jajaran Polres Kotim melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga sempat bersembunyi di rumah pamannya di sekitar Pelangsian.

Pelarian Rn akhirnya berakhir pada Minggu 26 Juli 2026 sekitar pukul 19.15 WIB saat polisi menangkapnya ketika sedang mengendarai sepeda motor.

Kapolsek Baamang Iptu Helmi Hamdani sebelumnya membenarkan bahwa pelaku telah diamankan.

“Benar, sudah diamankan kemarin,” kata Helmi.

Saat ini Rn telah ditetapkan sebagai tersangka dan masih menjalani proses penyidikan di Polsek Baamang. Polisi juga terus melengkapi berkas perkara untuk mengungkap secara utuh motif dan rangkaian yang menyebabkan seorang pemuda kehilangan nyawanya.

(Jimmy)

baca juga ...  KONI Kotim Lakukan Verifikasi Tiga Calon Ketua
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!