DLH Kotim Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan, Waspadai Dampak Asap dan Debu Kemarau

NARDI/BERITASAMPIT - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotim Marjuki.

SAMPIT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Timur (Kotim) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kualitas lingkungan, terutama di tengah musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan, lahan maupun sampah secara terbuka. Selain dapat mencemari udara, aktivitas tersebut juga berisiko memicu terjadinya karhutla.

Kepala DLH Kotim Marjuki mengatakan, menjaga kualitas udara bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan ikut menjaga lingkungan agar tetap sehat,” ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.

Selain menghindari pembakaran terbuka, masyarakat juga diimbau mengurangi sumber pencemaran udara lainnya. Salah satunya dengan melakukan perawatan kendaraan bermotor secara rutin, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi apabila memungkinkan, serta tidak membakar limbah.

DLH juga meminta masyarakat mengikuti perkembangan kondisi kualitas udara, cuaca, serta potensi karhutla melalui informasi resmi yang disampaikan instansi berwenang, seperti DLH, , dan BPBD.

Marjuki mengingatkan kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan atau penyakit saluran pernapasan agar lebih memperhatikan kondisi ketika kualitas udara mengalami penurunan.

Apabila kabut asap mulai muncul atau kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker sesuai kebutuhan.

“Apabila mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap maupun debu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas ,” katanya.

DLH Kotim juga akan terus memantau perkembangan kondisi kualitas udara dan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara berkala.

Marjuki menegaskan, keterlibatan masyarakat dalam mencegah pencemaran udara dan kebakaran hutan serta lahan menjadi bagian penting dalam menjaga dan kualitas lingkungan di Kotim.

Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan upaya pemerintah dalam menghadapi ancaman karhutla dan pencemaran udara, tetapi turut berperan aktif dengan mencegah berbagai aktivitas yang dapat memperburuk kondisi lingkungan. (Nardi)

baca juga ...  Ambulans Angkut Pakan Ayam, Dinkes Kotim Bergerak Cepat Lakukan Penelusuran
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!