Jalan Tjilik Riwut Bakal Terpotong Pengembangan Bandara, Akses ke Kampung Bangkirai Diwacanakan Buka-Tutup

NARDI/BERITASAMPIT - Jalan Tjilik Riwut Sampit sebelah barat bandara H Asan akan ditutup untuk perpanjangan landasan.

SAMPIT – Pengembangan Bandara H Asan Sampit tidak akan serta-merta memutus akses masyarakat yang berada di sekitar kawasan bandara. Pemerintah Kabupaten (Kotim) menyiapkan konsep pengamanan yang memungkinkan akses warga tetap digunakan, sekaligus mencegah masyarakat masuk ke area landasan pacu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Raihansyah mengatakan, konsep tersebut berkaitan dengan kondisi akses masyarakat di sisi timur kawasan bandara, khususnya jalur yang menjadi akses satu-satunya bagi warga Kampung Bangkirai.

Pagar pengaman yang direncanakan bukan berfungsi untuk menutup jalan masyarakat. Pagar tersebut akan dipasang untuk melindungi area runway, pagar akan dibuka saat bandara beroperasi untuk aktivitas pesawat, dan akan ditutup saat jam operasional selesai.

Pagar pengaman dibangun dengan ketinggian sekitar 2,4 meter. Pagar tersebut ditujukan untuk meningkatkan keamanan kawasan bandara, mengingat pagar yang ada saat ini dinilai terlalu rendah dan memungkinkan orang masuk ke area landasan.

Sementara untuk akses jalan masyarakat, pengamanan direncanakan menggunakan sistem portal buka-tutup seperti pada perlintasan kereta api. Portal tersebut akan ditutup ketika terdapat pesawat yang melakukan aktivitas penerbangan dan dibuka kembali ketika kondisi telah aman.

“Jalan tetap ada. Pada saat ada pesawat landing, sistemnya seperti kereta api, portal buka-tutup saja,” kata Raihansyah, Rabu 29 Juli 2026.

Ia menjelaskan, konsep tersebut dirancang untuk mengakomodasi dua kepentingan sekaligus, yakni menjaga keselamatan penerbangan dan mempertahankan akses masyarakat. Dengan sistem tersebut, warga tetap dapat menggunakan jalan yang selama ini menjadi akses mereka, namun tidak dapat masuk ke kawasan landasan pacu.

Raihansyah mengatakan, konsep pengamanan tersebut telah dipaparkan kepada pemerintah pusat dan mendapat persetujuan secara prinsip. Namun, mekanisme teknis penerapannya masih perlu dikaji lebih lanjut, termasuk sistem pengoperasian portal dan pagar buka-tutup.

“Kami masih menghitung teknisnya, apakah menggunakan sistem elektrik atau tenaga manusia untuk buka-tutupnya, semua masih berupa konsep,” ujarnya.

Sementara opsi lainnya dinilai tidak memungkinkan yaitu membuat akses diatas sungai Mentaya karena masih dianggap sebagai gangguan untuk area take off dan landing, biaya yang besar serta berbahaya.

Sementara itu, pengembangan kawasan Bandara H. Asan di sisi barat juga akan berdampak terhadap akses Jalan Tjilik Riwut yang selama ini digunakan untuk akses dari Sampit ke arah .

Seiring rencana pengembangan dan perluasan kawasan bandara, ruas jalan tersebut nantinya akan terpotong oleh area pengembangan sehingga arus kendaraan akan dialihkan melalui Jalan Jaksa Agung Suprapto yang berada lebih ke arah barat dan tembus di lingkar utara.

Namun, pengalihan tersebut baru akan dilakukan setelah Jalan Jaksa Agung dipastikan siap digunakan. Pemerintah daerah perlu memastikan kondisi jalan memadai, termasuk pembenahan sejumlah titik yang masih rawan tergenang serta melengkapi fasilitas pendukung seperti rambu dan penerangan jalan.

Raihansyah memperkirakan pengalihan akses tersebut akan dilakukan sekitar November hingga Desember 2026. Saat ini, proyek pemagaran sisi barat kawasan Bandara H. Asan yang mendapat alokasi APBN sekitar Rp1,5 miliar telah memasuki proses kontrak.

“Jalan Jaksa Agung itu harus betul-betul operasional dan mulus. Fasilitas jalannya juga harus dilengkapi, termasuk rambu dan penerangan. Kalau sudah siap, baru kami berani menutup jalan yang ada sekarang,” jelasnya. (Nardi)



baca juga ...  Disdik Kotim Pantau Tes Kemampuan Akademik Perdana Jenjang Sekolah Dasar
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!