PALANGKA RAYA – PT PLN (Persero) UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) memastikan pemadaman listrik bergilir di Kalteng akan berakhir setelah PLTU PT SKS Listrik Kalimantan (SLK) di Gunung Mas kembali beroperasi.
General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengatakan pemulihan unit pembangkit berkapasitas 100 megawatt (MW) yang mengalami kebocoran pipa boiler itu ditargetkan selesai pada 5 Agustus 2026.
“Pemulihan salah satu unit pembangkit PLTU SLK di Gunung Mas yang mengalami gangguan dengan daya mampu 100 MW ditargetkan selesai pada 5 Agustus 2026,” ujarnya saat jumpa pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Iwan, setelah PLTU SLK kembali masuk ke sistem interkoneksi Kalimantan, pemadaman bergilir diperkirakan tidak lagi terjadi. Meski demikian, kondisi kelistrikan masih berstatus siaga karena cadangan daya belum sepenuhnya pulih.
“Dengan demikian kondisi kelistrikan tidak ada lagi pemadaman, tetapi masih dalam kondisi siaga dengan cadangan daya yang masih terbatas,” katanya.
Ia menjelaskan, status siaga berarti masyarakat tidak lagi mengalami pemadaman bergilir, namun cadangan daya masih terbatas sehingga PLN tetap menjaga keandalan sistem sambil mempercepat pemulihan seluruh pembangkit.
Iwan mengungkapkan, gangguan pada PLTU SLK di Gunung Mas merupakan satu dari tiga gangguan pembangkit yang menyebabkan pasokan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan berkurang.
Dua gangguan lainnya terjadi pada generator PLTU Asam-Asam di Kalimantan Selatan pada 23 Juli 2026 dan sistem pelumasan turbin PLTU PT Tanjung Power Indonesia (TPI) di Tabalong pada 24 Juli 2026.
“Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Meski demikian, salah satu unit PLTU TPI berkapasitas 100 MW telah kembali beroperasi sejak 28 Juli 2026.
Masuknya pembangkit tersebut ke sistem interkoneksi Kalimantan memangkas durasi rata-rata pemadaman bergilir dari sekitar enam jam menjadi tiga jam.
Sementara itu, PLN juga mempercepat perbaikan PLTU Asam-Asam yang ditargetkan kembali masuk ke sistem interkoneksi Kalimantan sekitar 25 Agustus 2026.
“Dengan cadangan daya yang cukup, PLN terus mempercepat proses perbaikan pada unit PLTU Asam-Asam dengan target selesai dan masuk dalam sistem sekitar 25 Agustus 2026,” pungkasnya.
(Sya'ban)












