PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus meluas sepanjang Juli 2026. Hingga akhir bulan, luas lahan yang terbakar mencapai 3.096,52 hektare.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menilai kondisi tersebut masih memerlukan perhatian serius seiring meningkatnya kejadian kebakaran dan munculnya asap di sejumlah wilayah.
Hal itu disampaikan Agustiar saat Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis, 30 Juli 2026.
“Luas lahan terbakar mencapai 3.096,52 hektare, terdiri atas 673,92 hektare di areal penggunaan lain (APL) dan 2.395,6 hektare di kawasan hutan,” ujarnya.
Agustiar menegaskan, Pemprov Kalteng terus memperkuat strategi penanggulangan Karhutla melalui sinergi dan kolaborasi bersama BNPB, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Kita perkuat strategi penanggulangan Karhutla melalui sinergi dan kolaborasi bersama, dengan dukungan TNI dan Polri,” katanya.
Ia menambahkan, Pemprov Kalteng telah mengambil sejumlah langkah cepat dengan memperkuat kesiapsiagaan melalui diseminasi informasi dan supervisi ke sejumlah kabupaten/kota rawan Karhutla.
Selain itu, Pemprov Kalteng telah menerbitkan surat kepada seluruh bupati dan wali kota untuk meningkatkan mitigasi, menetapkan status darurat sesuai kebutuhan, serta memperkuat pengendalian Karhutla.
“Pemerintah Provinsi Kalteng telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla yang berlaku sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026,” katanya.
Ia menjelaskan, penetapan status siaga darurat tersebut membuat Pemprov Kalteng memperoleh dukungan BNPB berupa OMC, patroli udara, dan water bombing untuk mendukung upaya pengendalian Karhutla.
“Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BNPB atas dukungan dalam upaya pengendalian Karhutla di Kalteng,” ucapnya.
Untuk menekan potensi meluasnya kebakaran, operasi gabungan terus dilakukan melalui jalur darat, sungai, dan udara di sejumlah titik rawan.
“Operasi gabungan penanganan Karhutla terus dilakukan melalui jalur darat, sungai, dan udara dengan fokus di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, serta Kelurahan Kameloh Baru, Kota Palangka Raya,” pungkasnya.
(Sya'ban)












