SAMPIT – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian utama dalam coffee morning yang dipimpin Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor bersama Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah, Senin 3 Agustus 2026.
Halikinnor mengatakan kabut asap tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional penerbangan di Bandara H Asan Sampit yang saat ini telah dilayani penerbangan Super Air Jet setiap hari.
“Jangan sampai pesawat yang sudah berhasil kita datangkan justru terganggu akibat kabut asap karena karhutla,” katanya.
Ia meminta camat, lurah, RT, RW, Satpol PP hingga aparat keamanan meningkatkan patroli di wilayah rawan kebakaran. Menurutnya, perlu dipastikan setiap kejadian kebakaran benar-benar diselidiki agar diketahui apakah terjadi secara alami atau akibat unsur kesengajaan.
Bupati juga menginstruksikan BPBD menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi sulitnya sumber air di lahan gambut, termasuk mempertimbangkan pembangunan sumur bor dan embung sementara pada titik-titik rawan.
Selain itu, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan diminta terus memantau kualitas udara. Apabila kondisi asap memburuk, pemerintah akan mempertimbangkan penyesuaian aktivitas belajar mengajar serta pembagian masker kepada masyarakat.
“Dampaknya sangat luas, mulai dari kesehatan, transportasi hingga investasi. Karena itu pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya. (Nardi)












