PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, menyambut baik rencana pemerintah pusat yang akan menambah anggaran Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp20,5 triliun untuk 490 pemerintah daerah di Indonesia.
“Ya, kita sukurilah kalau memang ternyata pernyataan Pak Menteri langsung ditindaklanjuti untuk bantu daerah-daerah yang memang sedang kesulitan pembiayaan untuk menggaji aparaturnya. Kita bersukur dan berterimakasih,” ujar Sudarsono, Senin, 10 Agustus 2026.
Kendati demikian, Sudarsono mengaku belum mengetahui secara pasti besaran nominal anggaran yang akan diterima oleh Pemprov Kalteng maupun pemerintah kabupaten/kota di wilayah tersebut.
“Kita belum tau pembagiannya seperti apa, apakah dibagi rata atau (berdasarkan) presentase. Tapi kita berharap (TKD) kalau memang memungkinkan mampu untuk itu (membayar gaji ASN). Sehingga tidak ada gangguan kerja lah di ASN atau di pegawai-pegawai kita di daerah,” tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan, pemerintah akan menambah anggaran TKD senilai Rp 20,5 triliun pada pekan depan untuk 490 pemerintah daerah (pemda).
Meski begitu, Purbaya menekankan konsep tambahan TKDÂ ini sifatnya bantuan dari pemerintah pusat, yang diambil dari bagian anggaran bendahara umum negara (BA BUN).
“Minggu depan paling lambat, lagi diproses, jadi administrasi saja,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Purbaya menjelaskan, nominal tambahan yang akan dibagikan kepada 490 pemda tersebut telah dihitung berdasarkan kapasitas fiskal masing-masing daerah.
Ia mengakui memang ada beberapa pemda yang kondisi fiskalnya menjadi kekurangan setelah pemerintah pusat melakukan pemangkasan anggaran TKD pada tahun ini.
Sebagaimana diketahui, anggaran TKD pada tahun ini hanya senilai Rp 693 triliun, dari yang sebelumnya pada 2025 senilai Rp 919,9 triliun.
Dengan adanya tambahan Rp 20,5 triliun, Purbaya meyakini daerah sudah bisa kembali membayarkan segala kewajibannya, termasuk kepada para ASN daerah yang sempat menjadi polemik beberapa waktu terakhir.
“Kita hitung sehingga mencukupi, jadi daerah harusnya bisa cukup, enggak ribut-ribut kayak kemarin lagi,” tutur Purbaya.
(Syauqi)











