Anggaran Tak Boleh Habis di Atas Kertas, Wabup Pulpis Minta Empat Masalah Dasar Diselesaikan

DENNY/BERITASAMPIT - Jayadikarta saat membuka Rapat Koordinasi Strategis dan Lokakarya Tindak Lanjut Hasil Pendampingan PIP DAU-SG Bidang Tahun 2027.

– Keterbatasan anggaran harus diikuti dengan ketepatan menentukan program yang benar-benar menyelesaikan persoalan di lapangan. Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta meminta hasil pendampingan Performance Improvement Plan (PIP) Dana Alokasi Umum Specific Grant (DAU-SG) Bidang Tahun 2027 tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk memperbaiki pelayanan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ahmad Jayadikarta saat membuka Rapat Koordinasi Strategis dan Lokakarya Tindak Lanjut Hasil Pendampingan PIP DAU-SG Bidang Tahun 2027 di Ruang Rapat Bajenta Management RSUD , Senin 10 Agustus 2026. Menurutnya, forum tersebut harus dimanfaatkan untuk melihat secara objektif persoalan pelayanan , menemukan penyebab utama dan menentukan intervensi yang dapat diukur hasilnya.

Ia meminta rekomendasi yang diperoleh melalui gap analysis, fishbone analysis hingga root cause analysis tidak berhenti pada laporan. Setiap persoalan harus diterjemahkan menjadi program dengan indikator kinerja, target dan kebutuhan anggaran yang jelas, kemudian diselaraskan dengan dokumen perencanaan daerah seperti RKPD, Renja Perangkat Daerah, KUA-PPAS dan APBD.

Dalam pendampingan tersebut, Tenaga Ahli DAU-SG Sektor Wilayah II Ratih Hafsari Purwindah menyebut terdapat empat indikator pelayanan dasar yang perlu menjadi perhatian Kabupaten . Keempatnya meliputi persalinan di fasilitas pelayanan , imunisasi dasar lengkap, pemenuhan gizi normal sebagai bagian dari pencegahan stunting, serta pemenuhan layanan dasar.

Ratih menilai kondisi anggaran yang semakin menuntut efisiensi membuat pemerintah daerah harus lebih selektif menentukan penggunaan dana. Menurutnya, anggaran yang tersedia perlu diarahkan kepada persoalan pelayanan yang paling membutuhkan penanganan sehingga setiap pembiayaan memiliki dampak yang jelas terhadap masyarakat.

Sejalan dengan itu, Ahmad Jayadikarta menegaskan bahwa pembangunan merupakan pekerjaan lintas sektor dan tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas . Bapperida, BPKAD, Sekretariat Daerah, RSUD, Puskesmas dan perangkat daerah lainnya perlu mengambil peran sesuai kewenangan masing-masing, terutama dalam memastikan program yang telah dirancang memperoleh dukungan kebijakan, anggaran dan pelaksanaan yang berkesinambungan.

baca juga ...  Dispursipda Pulang Pisau Luncurkan Program Desa Literasi Berdaya, Dorong Masyarakat Lebih Produktif dan Cerdas

Ia juga meminta seluruh proses perencanaan menggunakan data yang valid agar pemerintah daerah dapat menentukan prioritas secara tepat sekaligus mengukur hasil pelaksanaan program. Melalui penerapan PIP dan pengelolaan anggaran yang lebih terarah, Pemkab menargetkan perbaikan layanan dasar, pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), peningkatan kinerja serta percepatan penanganan stunting dapat diwujudkan dalam bentuk hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat. (denny)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!