BPBD Kobar Catat 170 Kejadian Karhutla Januari hingga 14 Agustus

IST/BERITASAMPIT - Infografis kejadian karhutla di Kobar.

PANGKALAN BUN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten (Kobar) mencatat sebanyak 170 kejadian karhutla di wilayah Kabupaten sepanjang Januari hingga 14 Agustus 2026.

Berdasarkan rekapitulasi laporan BPBD Kobar per 14 Agustus 2026, kejadian karhutla tersebut tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten dengan total luasan lahan yang terdampak mencapai 623,6 hektare.

Dari enam kecamatan yang tercatat dalam laporan, kejadian terbanyak berada di Kecamatan Arut Selatan dengan 86 kejadian, disusul Kumai sebanyak 59 kejadian. Selanjutnya, Lama tercatat 8 kejadian, Pangkalan Banteng 8 kejadian, Pangkalan Lada 5 kejadian, dan Arut Utara sebanyak 4 kejadian.

Sementara dari sisi luasan lahan yang terbakar, Kecamatan Kumai menjadi wilayah dengan luasan terbesar, yakni mencapai 398,07 hektare. Berikutnya Arut Selatan dengan 143,675 hektare, Lama 32,1 hektare, Arut Utara 30,5 hektare, Pangkalan Banteng 11,75 hektare, dan Pangkalan Lada 7,505 hektare.

Bupati Kobar Hj. Nurhidayah meninjau proses penanganan kebakaran hutan dan lahan di kecamatan Kumai pada awal Agustus lalu

Data tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih menjadi perhatian serius, khususnya memasuki periode dengan kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Menyikapi laporan ini, Bupati Hj. Nurhidayah,  kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dalam bentuk apa pun, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dengan cara yang aman, bijaksana, dan bertanggung jawab,” tegasnya, Jumat 14 Agustus 2026.

Hj. Nurhidayah menyampaikan bahwa upaya pencegahan karhutla juga membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga unsur TNI, Polri, dunia usaha, relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta seluruh elemen masyarakat.

baca juga ...  Ratusan Warga Ikuti Senam Massal Meriahkan Peringatan Haornas ke-42 dan HUT ke-66 Kobar

“Saya juga mengajak seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, Masyarakat Peduli Api, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam melakukan patroli, deteksi dini, sosialisasi, dan penanganan cepat apabila ditemukan titik api,” ujarnya.

Hj. Nurhidayah menekankan bahwa pencegahan harus menjadi langkah utama dalam menghadapi ancaman karhutla. Deteksi dini dan respons cepat dinilai penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.

“Mari kita jadikan pencegahan sebagai langkah utama, karena menjaga hutan berarti menjaga , menjaga lingkungan,” harapnya. (man)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!