22 Karhutla Terjadi dalam Sehari, Satgas Kesulitan Air

NARDI/BERITASAMPIT - Kathutla yang terjadi di Kotim.

SAMPIT – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Timur (Kotim) kembali menunjukkan tingginya intensitas kejadian. Dalam satu hari, petugas gabungan harus dikerahkan untuk menangani 22 titik kebakaran di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam mengatakan, banyaknya titik yang harus ditangani membuat petugas menghadapi berbagai kendala di lapangan. Salah satu yang paling utama adalah sulitnya mendapatkan sumber air untuk pemadaman.

“Situasi ini memang ada peningkatan dari sisi jumlah kejadian dan juga perluasan. Ada yang dapat kami datangi, ada yang tidak dapat kami jangkau,” ujar Multazam.

Berdasarkan Laporan Cepat Pusdalops PB Posko Bencana Karhutla dan Kekeringan, hingga pembaruan 18 Agustus 2026 pukul 19.24 WIB, tercatat 22 titik penanganan.

Dari 22 titik tersebut, sebagian berada di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan lainnya di Kecamatan Baamang.

Di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, penanganan antara lain dilakukan di Jalan Moh Hatta Gang Kusuma Lingkar Selatan. Regu 6 dengan tujuh personel menggunakan unit water tank BPBD melakukan pemadaman pada luasan sekitar 1,2 hektare. Api telah dipadamkan, namun lokasi masih berasap. Kendala utama yang dihadapi adalah sumber air yang jauh.

Di kawasan Jalan Moh Hatta Lingkar Selatan, Regu 12 juga diterjunkan dengan delapan personel menggunakan unit Damkar.

Penanganan berikutnya dilakukan Regu 4 di Jalan Panglima Hamdan. Sebanyak 10 personel menangani lahan seluas sekitar 0,0174 hektare. Meski api dinyatakan padam, lokasi masih berasap dan berpotensi kembali menyala. Pada titik ini petugas juga menghadapi kendala tidak tersedianya sumber air.

Regu 3 tim backup juga diterjunkan ke Jalan Moh Hatta Gang Kusuma Lingkar Selatan dengan sembilan personel dan satu unit water tank BPBD.

Di Jalan MT Haryono Barat, Perumahan Sriwijaya Asri 3, Regu 7 mengerahkan delapan personel menggunakan unit Kodim 1015. Luas lahan yang dipadamkan sekitar 0,5 hektare. Api telah padam, tetapi petugas menghadapi kendala sumber air yang jauh.

Tim nonregu BPBD juga menangani titik di Jalan MT Haryono Barat. Pada titik pertama, lima personel melakukan pemadaman pada luasan sekitar 0,05 hektare. Api telah padam, namun masih berasap.

Pada titik kedua di kawasan yang sama, lima personel menangani lahan sekitar 0,27 hektare. Hingga laporan terakhir, api masih aktif di bagian tengah.

Penanganan juga dilakukan di Jalan HM Arsyad, depan Gudang Pupuk pada dua titik. Regu 3 mengerahkan sembilan personel, sedangkan Regu 12 mengerahkan enam personel. Pada titik kedua, lahan yang ditangani sekitar 1 hektare, namun sebagian api masih aktif. Petugas juga menghadapi kendala mesin unit yang mengalami gangguan.

Selanjutnya, tim gabungan menangani titik di Jalan Jenderal Sudirman Km 4 dekat Kantor BPJS Ketenagakerjaan. Penanganan melibatkan personel BPBD dan Kodim 1015.

Regu 7 juga diterjunkan ke Jalan Jenderal Sudirman Km 3,5 dengan delapan personel menggunakan unit Kodim 1015.

Di Jalan Moh Hatta Lingkar Selatan, Regu 6 kembali melakukan penanganan pada titik kedua. Sebanyak 14 personel dengan dua unit water tank BPBD dikerahkan. Luas lahan yang dipadamkan sekitar 1 hektare. Kendala kembali berupa sumber air yang jauh, sementara lokasi masih berasap.

Tim nonregu juga menangani titik di Jalan Jenderal Sudirman Km 3,8 dengan sembilan personel menggunakan unit Kodim 1015.

Regu 6 kembali melakukan penanganan di Jalan Moh Hatta Gang Kusuma Lingkar Selatan pada titik kedua. Sebanyak tujuh personel dikerahkan dan berhasil menangani lahan sekitar 1,5 hektare. Api telah dipadamkan, tetapi lokasi masih berasap. Sumber air yang jauh kembali menjadi kendala.

Sementara di Kecamatan Baamang, penanganan dilakukan di beberapa lokasi.

Regu 9 menangani kebakaran di Jalan Bumi Raya 1 dengan 17 personel menggunakan unit Yonif/TNI. Luas lahan yang dipadamkan sekitar 0,96 hektare. Api dinyatakan padam, meski sebagian masih berasap. Kendala yang dihadapi adalah kekurangan selang.

Tim backup Regu 1 menangani titik di Jalan Bumi Raya 1 dengan unit BPBD.

Regu 1 menangani titik di Jalan Yuliana, Perumahan WMP 31 Jalur 7B. Sebanyak 10 personel dikerahkan dan berhasil menangani sekitar 0,75 hektare. Api telah padam, namun masih berasap.

Regu 9 juga menangani titik di Jalan Bumi Raya 1 kawasan Perumahan Citra Mandiri dengan 17 personel. Luas yang dipadamkan sekitar 0,08 hektare. Kondisi terakhir padam, tetapi sebagian masih berasap dan sumber air menjadi kendala.

Di Jalan Bumi Raya 1, seberang Pesantren As-Syifa, sebanyak 11 personel dikerahkan. Luas lahan yang dipadamkan sekitar 0,2 hektare. Api telah padam, namun sebagian masih berasap. Petugas menghadapi kendala selang.

Kemudian Regu 1 menangani titik di Jalan WMP 19 dan WMP 7. Sebanyak 10 personel dengan satu unit BPBD dikerahkan untuk menangani lahan sekitar 1 hektare. Api masih berasap dan sebagian area telah dilakukan pemblokiran.

Sementara Regu 3 dan Regu 4 dikerahkan ke Jalan WMP 19 dan WMP 14 dengan kekuatan 19 personel serta dua unit water tank BPBD.

Multazam mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan penanganan Karhutla bukan hanya banyaknya titik kebakaran, tetapi juga keterbatasan sumber air di lokasi.

Sejumlah titik bahkan telah berhasil dipadamkan secara awal, namun masih mengeluarkan asap sehingga petugas harus melakukan pendinginan dan pemantauan untuk mencegah api kembali menyala.

Dengan meningkatnya jumlah titik yang harus ditangani, Satgas Karhutla Kotim terus mengerahkan personel gabungan dari berbagai unsur untuk mencegah api meluas, terutama di kawasan yang berdekatan dengan permukiman. (Nardi)

baca juga ...  Wabup Irawati Harapkan TMMD ke-127 di Telaga Antang Percepat Pembangunan dan Tingkatkan Kualitas Hidup Warga
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!