SAMPIT – Pemortalan yang sempat dilakukan oleh pihak koperasi di area PT Sinar Citra Cemerlang (SCC) akhirnya dibongkar lantaran menyebabkan aktivitas warga Desa Patai Cempaga terganggu.
Camat Cempaga Ady Candra menuturkan warga Desa Patai keberatan dengan portal tersebut karena turut berpengaruh ke aktivitas ekonomi mereka.
Memang portal itu tidak menghalangi warga, hanya menghalangi operasional perusahaan, namun sekitar 85 persen warga sekitar menjual buah kelapa sawit ke perusahaan.
Sehingga menyulitkan perusahaan untuk membeli buah, perusahaan menyampaikan pemberitahuan tidak akan membeli buah dari luar karena pemortalan tersebut.
“Sehingga ributlah masyarakat, mereka tak bisa menjual buah, sebagian warga juga sebagai karyawan SCC,” ungkapnya, Selasa 2 April 2024.
Hingga warga ribut ingin membuka portal, sempat terjadi negosiasi alot dengan pihak koperasi, namum bisa diredam akhirnya dibuka portal tersebut disepakati harus pihak perusahaan yang membongkar.
“Yang membuka adalah dari pihak perusahaan SCC melalui karyawan mereka,” ungkapnya.
Situasi sudah bisa diredam dan aman dibantu personil kepolisian dilokasi yang sudah diportal selama sekitar satu minggu itu, sementara portal di Dusun Terobos masih terpasang.
“Harapan kami tak terjadi kontak fisik antar mayarakat, saling menjaga kondusifitas daerah,” tegasnya.
Ia menuturkan latar belakang pemortalan adalah pihak koperasi di Cempaga Hulu menyatakan bahwa belum menerima ganti rugi lahan dari PT SCC.
Lahan yang menjadi sengketa berada di wilayah Cempaga Hulu tepatnya Dusun Terobos dan disana juga dipasang portal.
Informasi yang ia dapat bahwa dari PT SCC sudah menyatakan membayar ganti rugi, sementara koperasi menganggap itu hanya bayar sewa, bukan ganti rugi.
“Kalau masalah penyebabnya secara detail saya tidak tahu karena itu ranah ada di Cempaga Hulu ,” kata Ady Candra. (Nardi)











