Perubahan APBD 2026 Diharapkan Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Rakyat

IST/BERITA SAMPIT - Ilustrasi.

PALANGKA RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah menyoroti pentingnya peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026 sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

​Juru Bicara Fraksi Gerindra DPRD Kalteng, Endang Susilawati, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh sekadar berhenti pada angka statistik di atas kertas. Pertumbuhan tersebut harus mampu diterjemahkan melalui meningkatnya kesempatan kerja, pendapatan, daya beli, serta berkembangnya usaha masyarakat.

Endang membeberkan, erdasarkan data BPS menunjukkan bahwa perekonomian Kalteng pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 3,79 persen secara tahunan.

“Kondisi ini tetap perlu menjadi perhatian agar kebijakan pembangunan mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Endang saat membacakan pemandangan umum fraksi atas Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna di DPRD Kalteng belum lama ini.

Fraksi Gerindra menekankan agar para pelaku usaha akar rumput seperti petani, nelayan, pekebun, pelaku UMKM, hingga usaha lokal mendapatkan ruang yang lebih besar dalam rantai pasok ekonomi daerah.

“Kita memiliki sumber daya yang besar, tetapi tantangannya adalah bagaimana sumber daya tersebut mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih banyak tinggal di Kalteng,” jelasnya.

Oleh karena itu, Fraksi Gerindra mendorong penguatan hilirisasi, peningkatan kualitas produk, akses pembiayaan dan perluasan pasar.

“Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya membuat daerah tumbuh, tetapi juga membuat masyarakat ikut tumbuh,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Kolatlena Dukung Penuh Inisiatif Gubernur Maluku Dorong Kreativitas UMKM Lokal
Bagikan:
Berita Populer