BPBD Kobar Catat Lahan Terbakar Capai 2.351,98 Hektare

IST/BERITASAMPIT - Karhutla dipinggiran Kota Pangkalan Bun terlihat pada malam hari.

PANGKALAN BUN – Posko Induk Tanggap Darurat Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mencatat hingga 20 September 2026, total lahan yang terbakar mencapai 2.351,98 hektare, dengan jumlah titik api sebanyak 9.667.

Dari enam kecamatan di Kobar, kejadian karhutla paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Arut Selatan dan Kecamatan Kumai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat, Samuel, menyampaikan bahwa dari total lahan yang terbakar, paling banyak terjadi di Kecamatan Kumai, dengan jumlah titik api mencapai 5168 hotspot, penanganan 117 dan luas lahan yang terbakar mencapai 1.181,9 hektare.

Kemudian untuk Kecamatan Arut Selatan, yakni jumlah lahan yang terbakar mencapai 868,2 hektare, dengan jumlah titik api mencapai 3.051 dan penanganan sebanyak 228.

Kecamatan Kotawaringin Lama, untuk jumlah titik api mencapai 1.135 hotspot, dengan jumlah penanganan sebanyak 21 dan lahan yang terbakar 94,1 hektare. Selain itu, untuk Kecamatan Arut Utara, jumlah titik api mencapai 132 hotspot, dengan 4 kali penanganan dan lahan yang terbakar mencapai 35,5 hektare.

Kecamatan Pangkalan Banteng, untuk lahan yang terbakar mencapai 139,8 hektare, jumlah hotspot sebanyak 94 dan 29 kali penanganan. Dan untuk Kecamatan Pangkalan Lada ada 27 hotspot dengan penanganan sebanyak 13 dan lahan yang terbakar di Kecamatan Pangkalan Lada sebab 32,5 hektare.

“Peningkatan kejadian Karhutla di Kobar dimulai pada bulan Juli sampai September ini, dimana saat ini masih terjadi kemarau yang ektream sehingga banyak lahan yang terbakar, dar jumlah lahan yang terbakar sebanyak 2.351,98 hektare, hanya 867,87 hektare yang mampu dipadamkan, karena titik hampir semua lokasi berada di dalam sehingga armada sulit menjangkau titik api, selain itu sulitnya mendapatkan sumber air, ” ujarnya, Minggu 20 September 2026.

Samuel menyampaikan juga saat ini titik api terbanyak terjadi di Jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama, mulai dari Km 14 sampai km 24. Kejadian tersebut mengakibatkan kabut asap, sehingga tim pun harus kerja ekstra pasalnya di ruas jalan tersebut merupakan kawasan gambut.

“Demi keselamatan pengguna jalan, jika titik api banyak dan kabut asap, dengan terpaksa jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama dan sebaliknya harus ditutup, selain kabut asap juga saat ini titik api muncul di pinggir jalan, ini sangat berbahaya,” ucapnya.

Samuel menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, karena pada tanggal 19 September 2026, Helikopter water bombing BNPB telan tiba di Pangkalan Bun.

“Sesuai hasil koordinasi Satgas Udara dengan Kalaksa BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, dan berdasarkan surat dari Bupati Kobar untuk heli water bombing dengan nomor registrasi C – FPUM melaksanakan water bombing ke Taman Nasional Tanjung Puting, mengingat di Taman Nasional Tanjung Puting juga sejak bulan Agustus terjadi kebakaran sehingga pemadaman melalui udara prioritas,” ungkapnya. (man) 

baca juga ...  Jalin Kekompakan, Babinsa Madurejo Gotong Royong Bersama Warga Binaan
Bagikan:
Berita Populer