Bupati Kobar Serius Tangani Sampah Plastik Hingga Berguru ke Kota Banjarmasin

Editor : Maulana Kawit

PANGKALAN BUN – Peraihan Piala Adipura ke 12 yang baru saja diraih sepertinya tidak membuat Bupati Kobar Hj Nurhidayah berpuas diri, buktinya dirinya terus melakukan peningkatan pengelolaan lingkungan, khususnya penanganan sampah plastik.

Bahkan keseriusan Bupati Kobar terhadap penanganan kebersihan dengan cara melakukan studi banding di .

Bupati bersama rombongan Senin (21/1/209) langsung diterima Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina. Hal tersebut terungkap dari release dari Kasubag Pemberitaan Bagian Protokol Setda Kobar.

Alasan Banjarmasin sebagai salah satu rujukan dalam kegiatan kaji banding pengelolaan sampah ialah karena inovasi yang diterapkan kota Banjarmasin dalam pengurangan sampah, terutama sampah plastik sudah dilaksanakan dan hasilnya bagus.

“Menyadari pentingnya mengurangi penggunaan sampah plastik, sejak tahun 2016 Banjarmasin mulai menerapkan kebijakan baru melarang penggunaan kantong plastik yang telah di atur melalui Peraturan Walikota Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik,” kata Nurhidayah saat dialog dengan Walikota di Aula Kayuh Baimbai Kantor Walikota Banjarmasin.

Terpisah Walikota Ibnu Sina mengungkapkan, bahwa Kota Banjarmasin dalam setiap harinya menghasilkan 600 ton sampah, dimana 15 % nya terdiri dari sampah plastik.

“Dengan kebijakan pelarangan penggunaan kantong plastik, hal ini berdampak berkurangnya jumlah sampah plastik sebesar 3 % ,” ujar Ibnu Sina

Kemudian Hj Nurhidayah menambahkan,kebijakan yang sama yaitu mengganti kantong plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan di Kobar juga sedang dikaji.

“Hal ini nanti kedepan di Kobar akan diberlakukan, guna mencegah semakin menumpuknya sampah plastik yang susah terurai,” jawab Nurhidayah saat dialog.

Lanjut Nurhidayah, selain efektif mengurangi banyaknya sampah plastik, kebijakan tersebut juga membuka peluang bagi pengusaha berskala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menyediakan tas belanja dari bahan yang mudah terurai di alam, misalnya bakul purun.

baca juga ...  H Hamdhani : Pasar Ikan PPM Sampit Perlu Pembenahan

“Yang perlu menjadi pemikiran yakni limbah plastik agar bisa didaur ulang, bermanfaat, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi, maka untuk itu berharap masyarakat terus mendukung upaya pemerintah daerah dalam kebijakan berkaitan pengelolaan sampah plastik ini,” beber Nurhidayah.

(Man/Beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!