Menjadi orangtua adalah tugas yang berat. Selain untuk hidupnya sendiri, orangtua harus juga ikut memikirkan hidup anak-anaknya. Bahkan, demi sang anak, orangtua rela mengorbankan apa saja dalam hidupnya, termasuk nyawanya sekalipun.
Hal itulah yang dilakukan Purwati seorang ibu di Kota Sampit, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur di Kondisi ekonomi yang masih serba kekurangan masih bisa mendorong anaknya untuk kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Sampit.
Saat kami menginjakkan kaki ke rumah ibu Purwati, entah kenapa kaki ini terasa amblas, rupanya bangunan rumah mulai rapuh, kondisi bangunanya pun terlihat miring seperti hampir roboh.
Kondisi didalam kamar rumah pun sangat memprihatinkan, berlapiskan kayu dinding yang tipis dan juga sudah terlihat rapuh, trik matahari tak jarang menembus kedalam rumah, begitu juga ketika musim hujan.

Purwati merupakan salah satu penerima Bansos dari Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Baamang. Kondisi Ibu lima orang anak ini cukup menyita perhatian, seperti yang diutarakan Muhammad Syiblunnur (25) pendamping sosial yang juga merupakan alumni S1 STIKES Muhammadiyah Banjarmasin ini misalnya terkejut ketika menanyakan “Apakah anak ibu kuliah dengan beasiswa atau sambil kerja?”.
Jawaban ibu Purwati sempat mengejutkan “Anak saya bukan melalui jalur beasiswa dan juga tidak sambil bekerja” Dia dan suaminya menguliahkan anaknya dengam uang sendiri hasil kerja sehari-hari.
Sedangkan untuk 3 orang anak lainnya, ‬2 orang masih sekolah SD, 1 orang SLTA, dan 1 orang lagi yang laki-laki masih kecil (balita).
“Untuk penerima program keluarga harapan itu yang dapat bantuan hanya anaknya yang SD dan yang SLTA saja. Itu pun tidak seberapa,” terang Syiblunnur yang juga lulusan S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta ini.
Dirinya berharap ada tangan-tangan dermawan yang peduli terhadap kondisi ibu Purwati khususnya pemerintah daerah melalui instansi terkait.
“Semoga ada tangan-tangan mulia lainnya yang dapat memperhatikan yang lebih kepada keluar Ibu (Purwati,red),” harapnya.
(Maulana.Kawit/Beritasampit.co.id)












