PANGKALAN BUN – Karena rem blong, mobil truk nopol H 1781 GY pengangkut logistik dari PPK Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), mengalami kecelakaan terbalik di Jalan Pangkalan Bun – Kolam di KM 13 Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, sekitar pukul 18.30 WIB, Sabtu (27/4/2019).
Kasat Lantas Polres Kobar AKP Marsono menjelaskan kronologisnya, sewaktu 3 truk konvoi mengangkut logistik kotak dan surat suara pemilu berjalan dari arah Kotawaringin Lama menuju Pangkalan Bun sesampai di TKP KM 13, dua truk kendaraan pengawal berhenti karena membersihkan kaca yang kena lumpur.
“Saat dua kendaraan berhenti tiba-tiba dari arah belakang, kendaran truck yang nomor tiga Noreg H 1781 GY yang dikemudikan Rusmadi Hadi, karena jarak yang dekat dan tidak dapat melakukan pengereman sehingga menabrak bak belakang Kendaraan Roda enam jenis Mitsubishi Canter warna kuning Noreg K 1583 YB yang dikemudikan oleh Tako Alin Riyanto.
“Atas kejadian tersebut mengakibatkan Pengemudi Kendaraan Roda enam nomor 3 jenis Mitsubishi Canter warna kuning Noreg H 1781 GY yang dikemudikan oleh Rusmadi Hadi mengalami luka dibagian tangan dan kaki, kemudian Logistik Kotak dan Surat Suara Pemilu di pindah ke kendaraan lain lalu di bawa ke Kantor KPU Kotawaringin Barat dalam keadaan lengkap dan aman,”. Ujar Marsono.
Ketua KPU Kobar Chaidir ketika di konfirmasi, Minggu (28/4/2019) membenarkan terjadinya Lakalantas yang mengakibatkan korban luka.
“Truk itu membawa kotak suara dari PKK Kecamatan Kolam menuju gudang Kantor KPU, dugaan sementara rem truk tidak berfungsi sehingga tabrakan tidak bisa dihindari antara mobil rombongan,” kata Chaidir.
Atas insiden ini, truk mengalami rusak parah pada bagian depan, dan 1 orang mengalami luka parah pada bagian kaki dan tangan, kini dirawat intensif di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, sementara muatan truk langsung dimakamkan ke gudang Kantor KPU Kobar menggunakan truk lainnya.
“Korban sedang dalam perawatan di RSUD Sultan Imanuddin, sedangkan logistik semuanya sudah diamankan dibawa ke gudang KPU,” jelasnya.
Chaidir memastikan tidak ada faktor kelelahan terhadap sopir truk, meski tiba di Pangkalan Bun pada malam hari, karena sebelum diberangkatkan seluruh petugas yang tergabung dalam rombongan sudah diperiksa kesehatannya secara rutin, dan kecelakaan terjadi di jalan raya beraspal.
“Bukan karena lelah, dugaan kita rem truk tidak berfungsi. Kami akan membantu korban termasuk nanti kita akan berikan juga santunan untuk meringankan beban keluarga,” terang Chaidir. (man/beritasampit.co.id).












