SAMPIT – Suasana mencekam jika larut malam tiba pada malam minggu. Taman kota sampit yang awalnya ramai dan menjadi pilihan tempat berbelanja dan bersantai keluarga tiba – tiba berubah layaknya kawasan yang tidak aman.
Hal tersebutlah yang dirasakan oleh Rahmat Rifaldi, warga yang bermukim dan berada sangat dekat dengan taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Jika saya pulang larut malam seusai menutup warung, setiap malam minggu sekitar jam 00.00 WIB ke atas. Maka lokasi jalanan di Taman Kota ini berubah menjadi arena balapan liar (Bali),” ungkapnya, Minggu (5/5/2019)
Dia melanjutkan, biasanya ketika aparat keamanan datang, mereka membubarkan diri. Namun setelah aparat pergi, mereka melanjutkan hal yang membahayakan orang itu.
“Seluruh penjuru kawasan taman kota, baik posisi sebelah barat, timur, selatan dan utara. Rata – rata jika tengah malam pada malam minggu dipenuhi oleh remaja hingga dewasa di pinggir jalan. Kayaknya mereka menonton Bali,” beber pedagang itu
Jujur saja, kata Rahmat Rifaldi, dirinya mengaku resah dan was – was jika melintasi jalan S. Parman sekitar kawasan taman kota sampit. Sebab, selain mengkhawatirkan kecelakaan menimpa dirinya, ia juga takut di palak oleh gerombolan remaja yang menonton Bali.
“Rata – rata sepertinya di bawah umur, dan masing – masing menggunakan sepeda motor. Ditambah lagi suara knalpot mereka yang keras sangat menganggu tidur kami,” pungkasnya
Dia menyebutkan bahwa warga sekitar tidak bisa menghentikan aksi tak senonoh itu, karena jumlah mereka yang banyak membawa sepeda motor dan saat di jalanan mereka kebut – kebutan.
“Biasanya lebih dari 10 orang yang melakukan Bali, untuk menghentikan mereka kami saja bingung. Saya berharap aparat dan pihak terkait bisa mengambil tindakan tepat atas ini. Kita takut nanti sebagian warga melakukan aksi yang tidak diinginkan kepada pelaku Bali itu,” harapnya
Dari informasi yang dihimpun, Taman Kota Sampit dijadikan ‘sirkuit' balapan liar itu sejak beberapa bulan terakhir. Tak jarang juga pedagang sekitaran pasar eks mentaya menghamburkan pasir ditikungan taman kota demi menyudahi aksi tersebut.
Menurut pedagang setempat, waktu yang mereka pakai untuk melakukan balapan kadang – kadang hingga subuh pukul 05.00WIB. Sejumlah pengguna jalan lainnya tak jarang harus lebih hati – hati untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.
(jmy/beritasampit.co.id)












