PANGKALAN BUN-Warga yang tinggal di pesisir Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar merasa heran dengan penomena alam. Pasalnya, air laut di Pantai Kubu tiba-tiba surut hingga kurang lebih 700 meter dari bibir pantai sejak kemaren.
Penomena alam tersebut sempat membuat warga yang bermukim di sekitar Pantai Kubu sempat ketakutan, karena mengira akan terjadi tsunami.
“Surutnya mulai kemarin dan ini merupakan sejarah baru bagi warga Pantai Kubu, karena kejadiannya baru kali pertama ini terjadi,” tutur Jambri, warga Kumai, ketika dibinvangi beritasampit.co.id, Rabu (23/1/2019).
Rangga Setya P, dari Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun memastika, tidak akan terjadi tsunami.
Menurut dia, air laut surut di Pantai Kubu dan sekitarnya diperkirakan terjadi karena adanya kejadian penomena alam.
“Sesuai dengan keadaan yang dirilis oleh Stasiun Meteorologi Tanjung Mas Semarang. Jadi mengapa terjadi surut itu, karena pengaruh kegiatan astronomi antara bumi dan bulan. Ketika jarak bumi dan bulan jauh, maka air laut akan surut. Dan sebaliknya jika jarak antara bumi dan bulan dekat, maka air laut akan pasang, itu terjadi 1 kali dalam 24 jam,” jelas Rangga.
Lebih lanjut Rangga menjelaskan, terkait dengan Supermoon di mana bulan terlihat lebih besar dari ukuran normal, bulan yang jaraknya 356.800 kelometer dari bumi berada pada titik terdekatnya, seharusnya air laut naik.
“Kami menghimbau kepada masyarakat Kotawaringin Barat, khususnya warga Kecamatan Kumai dan Desa Kubu serta desa lainya yang dekat ke pantai jangan panik dan jangan resah, serta takut karena fenomena tersebut merupakan fenomena biasa dan tidak akan terjadi tsunami,” tukasnya.
(man/beritasampit.co.id)












