Rel KA Trans Kalimantan Sudah Terbangun di Tumbang Samba?

-Berita hoax telah dibangunnya rel Kereta Api (KA) Tran Kalimantan di Tumbang Samba, Kabupaten , Kalimatan Tengah beredar di media sosial (Sosmed).

Berita hoax tersebut diposting oleh pemilik akun facebook @Daniel Ginting pada tanggal 24 Januari lalu dan mendapat komentar dari warga netizen sebanyak 28 orang dan di like sebanyak 287 orang.

Dalam postingannya, Daniel Ginting menulis caption dan mengunggah 3 foto dan 1 video yang seolah-olah membenarkan berita bohong yang dipostingnya tersebut.

Berikut isi pernyataan Daniel Ginting dalam rekaman video yang diunggahnya;

“Saat ini saya berada di Samba, Kabupaten , tepatnya dijalur rel kereta api yang sedang dibangun untuk menghubungkan semua kalimantan yang ada di indonesia, kalimanta barat, , , Kalimantan Timur dan Kalimatan Utara. Dan inilah kereta api trans kalimantan yang dibangun dan akan selesai dalam beberapa waktu kedepan dan saat ini kami bersama-bersama tim melihat perkembangan pembangunan rel kereta api, kita berdoa bersama-sama semoga proses pembangunan cepat selesai dan semua masyarakat dapat menikmatinya dan seluruh masyarakat Indonesia juga dapat menikmatinya,” ucap @Daniel Ginting dalam videonya.

Facebook @Daniel Ginting

Pernyatan Daniel Ginting tersebut mendapat tanggapan dari masyarakat , salah satunya tanggapan dari seorang pendeta, pendidik dan antropolog, Pdt. Dr. Marko Mahin, S.Th, MA.

Marko, dalam postingannya di akun facebook @Marx Mahin dengan tegas mengatakan, berita yang disampaikan dalam akun facebook @Daniel Ginting adalah berita bohong. Bahkan Marko menyebut Daniel Badut lucu.

BERITA KARAMPUT

Badut ini lucu sekali…Rel itu ada di Tewang Karangan bukan di Tumbang Samba. Kemudian itu bukan Rel Kereta Api Trans Kalimantan, itu adalah rel kereta yang direncanakan untuk angkut kayu atau batu bara dari Kab. yang baru terbangun sekitar 2 km terpaksa diberhentikan karena konon katanya ada masalahOhhh…betapa indah dan lucunya dunia karamput….Bajual tesau..ih bue jetoh…………….maribang ih gawi …………..badai ie mahapan kacamata babilem…….sama kilau Amang Leteng ??”..tulis @Marx Mahin

baca juga ...  Ketua DPRD Kotim Minta Dishub Turun Pantau Tarif Parkir di Expo

Dilansir dari fakta.news yang dirilis tanggal 3 Agustus 2017 lalu, PT Kereta Api Borneo (PT KAB) kembali menggenjot pembangunan jalan kereta api di Utara dan Selatan Kalimantan Timur.

Direktur PT Kereta Api Borneo, Sergey Kuznetsov, menegaskan komitmennya untuk merealisasikan proyek-proyeknya di Kalimantan Timur.

“Ada dua proyek yang dikembangkan oleh PT Kereta Api Borneo (PT KAB) di Kalimantan Timur, yaitu pembangunan jalan kereta api Jalur Utara (Kutai Karta Negara – Kutai Timur) dan Jalur Selatan (Kutai Barat – Penajam Paser Utara),” jelas Sergey Kuznetsov.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan dengan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak dan jajaran SKPD Kalimantan Timur dengan PT Kereta Api Borneo (anak perusahaan Russian Railway) dan Perwakilan Dagang Federasi Rusia untuk Republik Indonesia.

“Saat ini prioritas realisasi proyek adalah pengembangan di Jalur Selatan, yaitu pembangunan pelabuhan di Buluminung, Penajam Paser Utara, yang diproyeksikan untuk penyimpanan dan pengolahan batubara serta kargo lainnya dengan kapasitas pertahunnya hingga 5 juta ton dan kargo lainnya hingga 1,5 juta ton,” lanjut Sergey.

Ia juga menjelaskan bahwa pelabuhan itu akan menjadi pintu masuk bagi masuknya alat-alat berat dan material yang dibutuhkan untuk pembangunan jalur KA nantinya.

Sergey menyebutkan, fase pertama pembangunan saat ini tengah dilakukan beberapa langkah seperti persiapan lahan untuk pembangunan pelaksanaan survei engineering, design, dan pekerjaan persiapan untuk memulai pembangunan.

PT KAB telah mengantongi perizinan-perizinan penting, termasuk rekomendasi Kementerian Perhubungan RI dan persetujuan prinsip dari Gubernur Kalimantan Timur untuk pembangunan jalan kereta api, persetujuan prinsip untuk membangun pelabuhan dari Kesyahbandaran (KSOP) Balikpapan, dan rekomendasi untuk pembangunan dermaga dari KSOP.

Selain itu izin lingkungan dari Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur untuk pelabuhan, perizinan dari Kabupaten Penajam Paser Utara untuk melakukan pekerjaan persiapan di area proyek pembangunan pelabuhan, serta perizinan-perizinan terkait pekerjaan survei engineering pun terus digodok.

baca juga ...  Bos Pertamina Ngaku Untung Lebih dari Rp 28 T di 2018

Lingkungan menjadi pertimbangan penting bagi PT KAB dalam menjalankan proyek-proyeknya. Itulah sebabnya anak usaha Russia Railways ini berupaya untuk menghindari hutan-hutan lindung. Selain itu, PT KAB juga melindungi hutan-hutan yang ada dari kebutuhan membangun jalan-jalan mobil yang memerlukan lahan lebih banyak daripada jalan kereta api. Adapun pembangunan pelabuhan direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2017-2018.

Sedangkan pengoperasiannya direncanakan akan dimulai tahun 2019. Sementara itu, secara bersamaan juga dilakukan pekerjaan untuk Jalur Utara.

(gra/beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!